Sekolah merupakan tempat belajar, jadi fungsinya untuk belajar dan bukan tempat mencari ijasah, seperti yang disampaikan Bapak Suryadarma MPA PhD, Direktur Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Depdiknas belum lama ini sungguh mengejutkan.
Mungkin Bapak lupa atau pura-pura tidak tahu, di negeri ini orang masih suka mencari kerja dan kurang berminat menciptakan lapangan kerja. Dari tiap lowongan yang ada, baik PNS or swasta, syarat utama adalah ijasah,kecuali berdagang atau kuli bangunan. Itupun masih ditambah pengalaman minimal 2 tahun.
Kita jangan membandingan dengan Negara yang sudah merdeka ratusan tahun. Bagaimana akan ngasih hadiah pada siswanya, kalau gaji guru bisa menutup kebutuhan sehari-hari saja sudah bersyukur. Kalau Indonesia dah merdeka ratusan tahun, baru pendidikan di Negara ini akan maju dan berhasil. Belajar cukup dengan internet. Guru dan dosen tidak diperlukan lagi.
Masalah internet, juga belum merambah ke seluruh pelosok negeri (walaupun sudah ada jardiknas). Ada tenaga listrik saja sudah Alhamdulillah. Harga mengoperasikan computer umumnya masih jauh dari jangkauan para guru. Dengan adanya fasiitas dan berbagai tunjangan guru, memang memungkinkan. Baru memungkinkan. , sebab para guru juga harus mengubah paradigma dalam mentransferkan ilmunya kepada para anak didik.
Dalam pembelajaran, tidak sedikit yang masih menggunakan system lama, yaitu “catat tulis” (catul) ataupun dikte. Hal seperti ini tidak selalu tepat. Tidak semua mata pelajaran hafalan. Matematika dan IPA contohnya, rumus sama tapi penerapan berbeda. Ditambah sekarang dengan yang namanya KTSP (ada yang memplesetkan menjadi Kurikulum Tidak Siap Pake).
Cara mengajar guru pun masih banyak dipengaruhi oleh guru atau dosennya. Dosen mengajar meniru “mahadosennya”.
Untuk itu marilah kita merenung. Pekerjaan guru itu apa ? Mengajar? Mendidik ? Atau keduanya ?
Masih banyak yang harus dilakukan pembenahan dalam mencerdaskan anak bangsa ini. Pendukung utama, sarana dan prasarana sudah memadai atau belum ? Terawat atau tidak ?Siswanya sudah mendapatkan asupan gizi yang memadai atau belum. Gurunya sudah sesuai atau belum antara ijasah dengan mata pelajaran yang dipegangnya. Gurunya instan atau bukan ( dengan mendapatkan Akta IV Kilat). Sekali lagi ijasah perlu, setelah melewati batas belajar.
Seperti dituliskan Oleh : Soegiri-Noyontaan-Pekalongan di “Suara Merdeka”
Filed under: Pendidikan

















setuju… sekolah memang bukan tempat mencari ijazah karena ijazah sebenarnya hanya selember kertas tanda tamat, tapi sekolah adalah tempat belajar, mengembangkan sikap dan pola pikir, pengetahuan dan kemampuan trampil.
karena itu jika ada demo guru sekali2 demo minta disekolahin gratis sesuai bidang studi yang dipegang jangan kenaikan tunjangan terus, kita masyarakat non pendidik terkadang jika ada berita tentang demo guru tidak perlu menonton keseluruhan sudah tahu isinya tuh…
tapi biar bagaimanapun sekolah adalah ladang ilmu, guru adalah petaninya yang menabur bibit, menanam dan merawat… terimakasih guru….
Ilmu itu lebih baik dari harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan. -Saidina Ali Bin Abi Talib-
Sekolah tempat belajar menimba ilmu supaya pintar, tapi sepintar apapun setrampil apapun dan sejago apapun kalo ga punya ijazah ga bakalan di pake di Republik ini, salah satu faktor yang membuat bangsa ini ga maju-maju.
guru itu panutan bagi muridnya.
begitu guru salah mengatakan sesuatu dan tidak ada klarifikasi, maka si murid juga keliru selamanya.
ruang publik harus dibuka. guru (termasuk dosen) tidak selamanya benar.
Memang tugas guru sangat berat kalau kita melihatnya secara ideal. Tapi kenyataan yang kita lihat, masih ada saja guru yang kurang memberikan bagaimana behaviour murid, anak didiknya.
maaf jika ada yang salah
piss
Menurut diah..
saya setuju,karna percuma saja punya ijazah tp tdk pnya skill..
karna d zaman skrang dunia ini semakin maju..
dan kita lebih membutuhkan keahlian d banding selembar kertas..(ijazah)!!!
sya stju bggb pak ma kt2nya dyah…
wlupn dyh kcil tp cra brpkirnya dwsa…(GEER)…
msh bnyk org yg pnya ijazah tp msh jd pengacara(pengangguran bnyk acra).. tp klo kta pnya kahlian appun pst bs brmanfaat …asl kn POSITIf..
setuju.
belajar itu bisa dimana saja kapan saja.
tapi bukankah setiap orang perlu ada yang ngasih tau mana baik dan buruk sejak dari nol?