Suatu hari, Udin seorang mahasiswa agak bandel tapi juga kritis mengikuti mata kuliah filsafat. Kebetulan yang menjadi dosennya adalah salah satu penganut ideology komunis.“Ada yang pernah melihat Tuhan?” Tanya sang dosen. Para mahasiswa diam tak ada yang menjawab . “Ada yang pernah mendengar Tuhan bersuara?” kata sang dosen dengan nada keras. Kali ini pun tak ada seorangpun yang menjawab. Sang dosen semakin panas, “Ada yang pernah menyentuh Tuhan?” Tanya dosen lagi. Semua kembali terdiam.Dengan sinis dosen ini berkata : “Jadi kesimpulannya Tuhan itu tidak ada !”
Udin rupanya tidak senang dengan pernyataan dosen tersebut. Walaupun dia tipe bandel, Udin pernah nyantri di beberapa pesantren.
“Maaf pak, apa boleh saya bertanya ?” ujarnya menatap sang dosen.Sambil berdiri Udin bertanya kepada seluruh mahasiswa yang ada di kelasnya: “Apakah di ruangan ini ada yang melihat otak pak dosen kita ?” ujarnya dengan lantang. Tak ada jawaban sedikitpun. “Apakah ada yang mendengar suara otak pak dosen ?”. Lagi-lagi tak ada yang bersuara. “Apakah ada yang menyentuh otak pak dosen ?”. Tak ada seorangpun yang menjawab.Dengan sinis dan berani Udin berkata : “Jadi kesimpulannya bapak dosen kita ini tidak punya otak !” ujar Udin dengan kritis
DIarsipkan di bawah: Tak Berkategori | Tagged: Asal-Usil
















wkwkwekeke…
eh iya nih. kenapa mesti baru benar-benar yakin kalau melihat dengan mata kepala sendiri. Sedangkan kalau tak terlihat dengan mata maka hal itu ga ada.
tajam sekali balasan analogi buat sang dosen
*tiba-tiba kasihan sama si udin, bakalan dapat E tuh (mana 3 sks lagi)
*
salam kenal pak
saya suka tema tulisan mas. bagus dan menarik untuk didiskusikan. MEskipun tidak terlalu panjang tapi membuat orang tercengang.
salam
dalem banget tuh jawaban si udin. siap2 ngulang tahun depan deh…..
Wakakakakakakakakakak!
Hebat!
Saya ketawa ngakak pas baca ini!
Hebat!
Sampai ketemu lagi tahun depan!
Hukakakakakkakaakka!!