Revitalisasi Pancasila

PancasilaTanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila, karena pada tanggal 1 Juni tahun 1945 Bung Karno mengemukakan konsep dasar negara dalam sidang BPUPKI dengan nama “Pancasila”. Akhirnya pada masa orde reformasi tanggal tersebut secara resmi diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Pada 1 Juni 2011, dua orang mantan Presiden RI, yaitu Prof.BJ.Habibie (Presiden RI ke-3) dan Ibu Megawati Soekarnoputri (Presiden RI ke-5) serta Presiden SBY (Presiden ke 6 dan 7) mengemukakan tentang pentingnya Pancasila dalam kehidupan saat ini. Bahkan “revitalisasi” Pancasila, bahkan pada harian kompas, tanggal 4 Juni 2011 Mendiknas mengemukakan sedang merumuskan kembali konsep Pancasila dalam kurikulum pendidikan di Indonsia.

Bagi penulis yang berstatus sebagai guru pendidikan kewarganegaraan (PKN), kekeliruan yang dilakukan pertama kali justru oleh pemerintah sendiri setelah runtuhnya rezin orde baru. Pemerintah mengganti nama mata pelajaran PMP-KN (Pendidikan Moral Pancasila-Kewarganegaraan) dengan PP-KN (Pendidikan Pancasila-Kewarganegaraan), lalu berubah lagi menajdi PKN dan IPS, dan terakhir menjadi PKN (Pendidikan Kewarganegaraan). Selain mengganti nama mata pelajaran, pemerintah juga mengganti isi dari mata pelajaran tersebut, mengganti apa yang harus diajarkan oleh guru. Nama Pancasiala saat itu (1998 – 2004) dianggap berbau orde baru, berbau “Soeharto”, tidak reformis, sampai – sampai nama mata pelajaran dan isinya pun diganti bahkan dilebur dengan pelajaran IPS (untuk SMK).

Saat ini, di masyarakat  muncul berbagai paham dan ideologi. Muncul “NII”, muncul “terorisme” , korupsi merajalela, mafia peradilan, tawuran antar masyarakat, tawuran pelajar, kejahatan, dan lain-lain. Pemerintah, pejabat dan mantan pejabat merasa perlu untuk menghidupkan dan mengaplikasikan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dianggap sudah jauh dari nilai-nilai Pancasila. Sekolah sebagai salah satu tempat yang paling tepat untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Pemerintah, Kementerian Pendidikan Nasional mulai sibuk mencari konsep yang tepat untuk memasukkan kembali pendidikan Pancasila dalam kurikulum. Namun pemerintah lupa bagaimana cara memberikan teladan, contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Contoh dari para pejabat di negeri ini untuk tidak korupsi, untuk mematuhi hukum dan peradilan, untuk saling bertoleransi, untuk bermusyawarah mufakat, dan untuk – untuk yang lain, yang merupakan aplikasi dari nilai-nilai Pancasila.

Penulis sebagai seorang guru PKN, memiliki dilema sendiri dalam mendidik dan mengajarkan nilai-nilai Pancasila pada para peserta didik. Sebagai seorang guru tentu penulis akan memberikan nilai-nilai idealisme dalam Pancasila, namun dalam kehidupan sehari-hari, para peserta didik disuguhi oleh perilaku dari para pejabat, aparat yang jauh dari nilai Pancasila. Keluar dari pagar / halaman sekolah, peserta didik melihat perbuatan dan tingkahlaku yang menyimpang dari Pancasila.

Revitalisasi Pancasila harus dimulai dari para pejabat, mantan pejabat dalam kehidupan sehari. Mereka harus bisa memberikan contoh / keteladanan bagi masyarakat (rakyat).  Rakyat perlu contoh perbuatan saling menghormati, toleransi, musyawarah mufakat, menghormati dan mematuhi hukum yang berlaku, kesederhanaan, bersedia menerima kekalahan, dan lain sebagainya. Bukan sekedar kata-kata manis di bibir semata….sebab kalo itu yang terjadi, maka anak-anak sekolah bilang “jarkoni”….artinya “bisa ngajar gak bisa nglakoni”, bisa mengajarkan tapi tidak bisa menerapkannya

About these ads

About Kusdiyono

Guru yang mengajar di SMKN 38 Jakarta mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Tugas tambahan sebagai Kepala Perpustakaan dan Pembina OSIS.Alamat Jl.Kebon Sirih No.98 Jakarta Pusat, telp/fax (021) 3441788/3506191. E-mail : kus_d@yahoo.com , kusdiyono@gmail.com
This entry was posted in Pendidikan, Politik and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s