Year: 2011

(Praktik) Model Pembelajaran :”Talking Stick”

Posted on

Setelah model “Jigsaw” bisa dilanjutkan dengan “Talking Stick”

Matpel Pend.Kewarganegaraan Kelas XII

by : Kusdiyono

Langkah – langkah :

  1. Peserta didik dikelompokkan ke dalam ± 5 anggota tim
  2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang yang sama (materi terlampir di bawah)
  3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan (ada di buku/modul siswa)
  4. Setiap anggota mempelajari materi yang telah didapat dalam kelompoknya
  5. Setelah selesai mempelajari, lalu setiap kelompok membuat barisan berbanjar.
  6. Siswa paling depan diberikan “stick” untuk dioper ke teman satu kelompoknya sambil berjoget dengan lagu yang diputarkan oleh guru (atau nyanyi bersama)
  7. Lagu berhenti setiap saat, siswa yang kebagian memegang “stick” saat lagu berhenti, maka dia wajib menjawab soal yang diberikan oleh guru (bisa dengan mengambil soal yang sudah disiapkan secara acak).
  8. Siswa yang bisa menjawab dengan benar (baik hafalan, ataupun logika) diberikan poin/nilai. Siswa yang tidak bisa, diberikan sanksi ataupun pengurangan poin.
  9. Demikian seterusnya sampai siswa kebagian semuanya, atau sampai sudah kelihatan jenuh.
  10. Terakhir lakukan refleksi terhadap kbm, ataupun materi yang sudah disampaikan.
  11. Penutup

Standar Kompetensi :

2. Mengevaluasi berbagai sistem pemerintahan

Kompetensi Dasar :
2.1. Menganalisis sistem pemerinta-han di berbagai negara.
2.2. Menganalisis pelaksanaan sistem pemerintahan negara Indonesia.
2.3. Membandingkan pelaksanaan sistem pemerintahan yang berlaku di Indonesia dengan negara lain.
Indikator
 Menjelaskan pengertian pemerintahan.
 Menguraikan berbagai bentuk pemerintahan.
 Mendeskripsikan berbagai sistem pemerintahan.
 Menganalisis sistem pemerintahan di beberapa negara.

Materi yang diberikan dalam bentuk printout adalah :
1. Sistem dan Bentuk Pemerintahan
2. Ciri sistem pemerintahan parlementer
3. Ciri sistem pemerintahan presidensiil
4. Sistem pemerintahan di Amerika Serikat
5. Sistem pemerintahan di Inggris

(Praktik) Model Pembelajaran :”JIGSAW”

Posted on

Metode Pembelajaran : JIGSAW ( Model Tim Ahli)

Matpel Pend.Kewarganegaraan Kelas XII

by : Kusdiyono

Langkah – langkah :

1. Peserta didik dikelompokkan ke dalam ± 5 anggota tim

2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda (materi terlampir di bawah)

3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan (ada di buku/modul siswa)

4. Setiap anggota mendiskusikan materi yang telah didapat dalam kelompoknya

5. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab/sub kompetensi yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok “ahli”) untuk mendiskusikan sub kompetensi mereka

6. Setelah selesai berdiskusi sebagai tim “ahli” tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian menjelaskan kepada teman mereka tentang sub bab/sub kompetensi yang mereka kuasai, dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh – sungguh

7. Tiap tim “ahli” mempresentasikan hasil diskusi (disertai tanya jawab)

8. Guru memberikan evaluasi (ataupun materi)

9. Penutup

Standar Kompetensi :

2. Mengevaluasi berbagai sistem pemerintahan

Kompetensi Dasar :

2.1. Menganalisis sistem pemerinta-han di berbagai negara.

2.2. Menganalisis pelaksanaan sistem pemerintahan negara Indonesia.

2.3. Membandingkan pelaksanaan sistem pemerintahan yang berlaku di Indonesia dengan negara lain.

Indikator

 Menjelaskan pengertian pemerintahan.

 Menguraikan berbagai bentuk pemerintahan.

 Mendeskripsikan berbagai sistem pemerintahan.

 Menganalisis sistem pemerintahan di beberapa negara.

Guntingan kata/kalimat untuk diskusi berdasarkan Indikator di atas (untuk pembagian kelompok) :

1. Sistem dan Bentuk Pemerintahan

2. Ciri sistem pemerintahan parlementer

3. Ciri sistem pemerintahan presidensiil

4. Sistem pemerintahan di Amerika Serikat

5. Sistem pemerintahan di Inggris

Doa Akhir Ramadhan…

Posted on Updated on

Salah satu adab melepas bulan Ramadhan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada para pengikutnya adalah membacakan Doa Perpisahan.

Doa Perpisahan tersebut sebaiknya dibaca pada malam terakhir Ramadhan. Namun, sekiranya ada kekhawatiran malam terakhir Ramadhan akan berlalu tanpa diketahui, maka dianjurkan untuk membacanya pada kedua malam terakhir Ramadhan, yaitu malam ke 29 (malam ini) dan ke 30.

Berikut saya bagikan beberapa alternatif doa perpisahaan tersebut dalam versi Bahasa Indonesia (dapat dipilih salah satu atau dibaca semuanya):

Doa 1

Dari Jabir bin Abdillah ra dari Muhammad al Mustafa SAW: Beliau bersabda, “Siapa yang membaca doa ini di malam terakhir Ramadhan, ia akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan: menjumpai Ramadhan mendatang atau pengampunan dan rakhmat Allah.”

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirakhmati bukan yang hampa semata”

Doa 2

Ya Allah, dalam kitab yang Kau wahyukan (kepada Nabi Muhammad SAW), Engkau berfirman: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang diturunkannya Al Qur’an di dalamnya”. Tetapi sebentar lagi berlalu. Aku mohonkan padaMu dengan perantaraan WajahMu yang mulia, dengan perantaraan kalimat-kalimatMu yang sempurna, seandainya masih tersisa padaku dosa yang belum Kau ampuni, atau dosa yang (menyebabkan) aku disiksa karenanya (hingga) terbitnya fajar malam ini, atau hingga berlalunya bulan ini, maka ampunilah semuanya, wahai Dzat Yang Paling Pengasih dari semua yang mengasihi.

Ya Allah, bagiMu segala pujian. Segala pujian yang telah Kau ucapkan untuk diriMu sendiri, segala pujian sungguh-sungguh yang diungkapkan hambaMu yang bijak dan senantiasa berzikir dan bersyukur kepadaMu. Merekalah orang-orang yang telah Kau bantu menunaikan hak-hakMu dari sebagian makhlukMu yang tersebar di alam ini, baik dari kalangan malaikat yang dekat denganMu ataupun nabi-nabi yang telah Engkau utus ataupun orang-orang yang berfikir ataupun dari kalangan mereka yang bertasbih kepadaMu.

Sungguh, Engkau telah mengantar kami ke bulan Ramadhan ini dan telah mengaruniai kami kenikmatan dan anugerah. Engkau telah menampakkan kemurahan dan pemberianMu. Karenanya, padaMu bermuara segala sanjungan yang abadi, kekal, dan menetap selamanya. Betapa agung sebutanMu.

Ya Rabb, bantulah aku menjalani bulan Ramadhan sehingga Engkau sempurnakan puasa, shalat dan segala kebaikan, syukur dan dzikir kami di bulan ini. Ya Rabb, terimalah puasaku dengan sebaik-baiknya penerimaan, perkenanan, maaf, kemurahan, pengampunan, dan hakikat keridaanMu. Sehingga Kau memenangkan aku dengan segala kebaikan yang dituntut, segala anugerah yang Kau curahkan di bulan ini. Selamatkanlah aku di dalamnya dari kekhawatiran terhadap bencana yang mengancam atau dosa yang berlangsung terus.

Duhai Tuhanku, aku bermohon padaMu dengan keagungan yang diminta hambaMu dari kemuliaan nama-nama dan keindahan pujianMu dan dari para pengharap yang istimewa. Sudilah Engkau mencurahkan rakhmatMu kepada Muhammad dan keluarganya. Dan agar Kau jadikan bulan ini seagung-agungnya Ramadhan, yang telah berlalu dari kami sejak Engkau turunkan ke dunia, sebagai berkah dalam menjaga agama, jiwa dan segala kebutuhanku. Juga berkatilah aku dalam semua persoalan, sempurnakanlah pemberian nikmatMu, palingkanlah aku dari keburukan dan hiasi aku dengan busana kesucian di bulan ini.

Demikian pula, dengan rakhmatMu golongkanlah aku ke dalam orang-orang yang mendapatkan (keutamaan) malam al-Qadar. Malam yang telah Kau tetapkan lebih baik dari seribu bulan dalam keagungan ganjaran, kemuliaan perbendaharaan, keindahan syukur, panjang umur, dan kemudahannya yang berlanjut.

Duhai Rabb, aku bermohon dengan perantaraan rakhmat, kebaikan, ampunan, karunia, keluhuran, kebaikan, dan pemberianMu. Janganlah Engkau jadikan Ramadhan ini sebagai kesempatan terakhirku. Sudilah Engkau mengantar aku hingga Ramadhan berikutnya dalam keadaan yang paling baik. Perlihatkan aku hilal Ramadhan berikutnya, bersama orang-orang yang melihat keleluasaan rakhmatMu. Dan limpahkanlah anugerahMu, wahai Tuhanku. Tiada ada Tuhan selain Allah.

Semoga perpisahanku dengan bulan Ramadhan ini bukanlah perpisahan untuk selamanya dan bukan pula akhir pertemuanku. Sehingga aku dapat kembali bertemu pada tahun mendatang dalam keadaan penuh keluasan rezaki dan keutamaan harapan. Kini aku berada di hadapanMu dengan penuh kesetiaan. Sesungguhnya Engkay Maha Mendengar segala doa. Ya Allah, dengarkanlah pengaduanku ini. Perhatikanlah rintihan, kerendahan, kepapaan dan penyerahan diriku ini.

Aku berserah diri padaMu, Ya Allah. Aku tidak mengharapkan kemenangan, ampunan, kemuliaan, dan penyampaian (kepada cita-citaku) kecuali padaMu. Anugerahilah aku keagungan pujianMu, kesucian nama-namaMu, dan kesampaianku kepada Ramadhan berikutnya dalam keadaan terbebas dari semua keburukan, kekhawatiran dan ganjalan. Segala puji untukMu semata, yang telah membantu kami untuk menunaikan puasa dan mendirikan qiyamul lail di bulan Ramadhan ini, hingga malamnya yang terakhir.”

Taqabbalallahu minna waminkum, wakullu ‘aamin wa antum bikhairin.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidzin wal Faidzin…

Mohon maaf lahir dan batin, met mudik bagi yang mudik ya…

Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah klta di bulan Ramadhan. Amin …

dikutip dari : http://msalman.blogdetik.com

Bulan Ramadhan, bulan exploitasi umat Islam ???

Posted on

Umat Islam di dunia maupun di Indonesia menyambut suka cita dengan datangnya bulan Ramadhan. B ulan yang  seharusnya bagi umat Islam menjadi bulan yang penuh berkah, rahmah dan maghfirah. Namun bisa juga menjadi bulan yang menguras habis harta , benda, tenaga, bahkan rela untuk tidak berpuasa..Kenapa ?

  1. Di bulan ramadhan kebutuhan hidup bukan semakin rendah, tapi semakin naik. Umat Islam disuguhi berbagi tontotan yang konsumtif, menu berbuka puasa yang bertambah dari hari-hari biasa. Kendati perintah pokok Bulan Suci Ramadhan adalah shaum atau puasa, tetapi yang terjadi pada bulan puasa umat Islam justru berlomba-lomba mengkonsumsi segala jenis makanan yang jauh lebih banyak ketimbang hari-hari biasa. Konsumsi makanan yang berlebih-lebihan itu berlanjut dengan konsumsi barang lainnya, mulai alat rumah tangga, furniture, alat elektronika juga busana atau pakaian, dan  segala-macam barang yang hakikatnya bukan kebutuhan pokok (primer)
  2. Harga kebutuhan pokok begitu masuk ramadhan, lalu menjelang lebaran bukan semakin rendah, bahkan semakin tinggi. Umat Islam suka tidak suka dipaksa untuk membeli dengan harga yang ada. Pemerintah cukup mengatakan bahwa stok cukup sampai dengan sehabis lebaran ditambah dengan sidak dan operasi pasar….sementara harga tetap terbang dengan tingginya.
  3. Selain sembako, kebutuhan sandang juga ikut melambung dibandingkan dengan hari-hari biasa. Yang untung tentu saja para pedagang dan para pemilik modal.
  4. Mudik…atau pulang kampung menjadi tradisi tahunan yang ikut menaikkan tarif angkutan, bahkan pemerintah pun ikut menaikkan dan merestui tarif angkutan. Yang harus membayar, tentu saja mayoritas umat Islam, yang beruntung siapa lagi kalau bukan para pemilik armada angkutan. Pemerintah cukup mengatakan jalur mudik sudah diperbaiki (walo hari-hari biasa rusak parah), pengamanan disiagakan penuh, pengamanan disiagakan penuh.
  5. Tayangan televisi waktu sahur dan berbuka terutama acara komedi hanya memberikan hiburan terhadap otak namun tidak memberikan pencerahan bagi jiwa dan mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan Allah. Artis-artis sekadar didandani yang Islami, berkerudung, juga pelawak semua sekadar tampil “ugal-ugalan” mengeksploitasi momentum Ramadhan. Acara-acara menjelang makan Sahur, di sekitar Buka puasa, semua Sami-Mawon atau sama saja, hakikatnya sekadar menaikkan rating dan ujungnya mengeduk “fulus”

Haji “Ade”

Posted on Updated on

Setiap CPNS yang menjalani diklat prajabatan di badan diklat daerah provinsi jawa barat, pasti mengenal beliau. Kesan pertama yang muncul adalah”galak”, “angker” dan “tegas”. Namun setalah mengenal beberapa hari kesan di atas semua hilang. Ternyatabeliau adalah orang yang sangat berdedikasi tinggi, integritas selaku PNS dan selaku seorang muslim. Beliau ingin para CPNS yg selesai diklat memiliki integritas  dan jiwa melayani yang tinggi, tidak korupsi, disiplin, dsb. Sebagai seorang muslim (merangkap da’i), beliau merasa terpanggil untuk menyadarkan, melatih, membiasakan para peserta diklat utk : terbiasa bangun tengah malam (shalat tahajur,berdo’a), membiasakan untuk membaca,mengkaji al Qur’an, minimal bersentuhan dengan Qur’an…juga bagi yg belum pernah ke masjid,biar terbiasa ke masjid.

Bagi yang tidak /belum terbiasa, banyak yang kaget bahkan shock…kok seperti ini,dibagunkan jam 03.30., dan kegiatan terus berlanjut sampai jam 10 malam.

Pendidikan dan pengalaman Bapak Haji Ade, yang telah menempa beliau menjadi seperti itu. IPDN/STPDN pernah belaiu tempuh, lalu IAIN juga sudah beliau tempuh. Keduanya tidak ada yang diselesaikan , karena berprinsip menimba ilmunya, bukan gelar atau ijasahnya. Sekarang belaiu kuliah lagi menekuni bidang penanganan narkoba…Subhanallah, beliau menerapkan prinsip belajar seumur hidup. Padahal beliau sudah masuk masa pensiun, namun karena jiwa pengabdian yg tinggi masih tetap mendedikasikan semua ilmu dan pengalaman yg dimiliki utk mendidik, mencetak para PNS yang betul2 beriman dan bertaqwa.

Semoga…kesehatan dan panjang umur senantiasa menyertai Pak Haji Ade, semangatmu menjadi inspirasi kami semua. Mudah-mudahan kita bisa berjumpa kembali dalam diklat yang lain. Jarang orang yang seperti Bapak….

Diklat Prajab

Posted on

foto bareng kepala BKD DKI JakartaSetelah penatian cukup lama,yakni sejak tahun 1999,akhirnya tahun 2011 dipanggil juga mengikuti diklat pra jabatan golongan III, bertempat di Badan Diklat Daerah Provinsi Jawab Barat,jalan windu no.26. Suka, duka,lelah, capek, semua campur menjadi satu. Dua puluh satu hari saya perjuangan,demi pengabdian sepanjang hayat.

 

Gotroy alias Gotong Royong

Posted on

Menyaksikan tayangan salah satu stasiun tv tentang masyarakat Indonesia yang ada di Amerika Serikat, mengagumkan. Mereka jiwa nasionalisme dan kebersamaan atau gotroy alias gotong royong sangat tinggi. Mereka bekerja sama untuk memamerkan, mengenalkan tentang Indonesia dengan beraneka ragam kesenian, kebudayaan dan hasil kerajinan yang mereka kuasai dan kumpulkan. Luar biasa…

Tapi..di Indonesia sendiri, terlebih di kota besar semangat gotong royong sudah jarang kita jumpai. Kita lebih sering melihat ego dan individu. Contoh kecil kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal, banyak alasan yg dikemukakan untuk tidak hadir dan menghindarinya. Atau kalaupun datang diwakilkan oleh pembantu, sopir, tukang kebun atau bahkan membayar orang untuk menggantikannya. Padahal kalau dalam satu, dua, atau 3 bulan sekali kita bergotong royong dengan tetangga sekitar, banyak manfaat yang bisa kita raih. Tali silaturahim , saling mengenal, semakin akrab, atau bahkan sekedar bercanda dengan tetangga yang ada. Banyak diantara kita yang tidak mengenal tetangga di kiri, kanan, belakang atau depan rumah kita. Kalau ada yang bertanya dan kita tidak tahu, uacapan yang muncul “maaf saya orang baru disini”..padahal mungkin itu yang dicari orang yang ada di kiri, kanan, belakang atau depan rumah kita…

Bagaimana dengan anda pembaca ??