Sakit Soeharto dan Nasionalisme

Sudah dua pekan lebihsoeharto1.jpg mantan presiden Soeharto dirawat di rumah sakit pertamina. Sejak lengser dari kursi keprisidenan tahun 1998, sakit kali ini yang paling parah, bahkan memasuki tahap sangat kritis. Berbagai kalangan bersimpati kepada beliau, mulai dari artis, mantan pejabat, pejabat, pengusaha bahkan sampai rakyat biasa. Ada yang menjenguk langsung, berkirim karangan bunga, mendo’akan  dari jauh, sampai melakukan upacara ritual mistik.

Hal ini menunjukkan bahwa karisma pak Harto masih sangat kuat di berbagai kalangan masyarakat Indonesia.

Yang patut kita cermati adalah, sejak pertama dirawat ataupun periksa kesehatan beliau tidak pernah memeriksakan kesehatan/berobat  ke rumah sakit di luar negeri. Berbeda dengan para pejabat ataupun mantan pejabat yang banyak berobat keluar negeri. Apalagi kalau mantan pejabat yang sedang diperiksa oleh kepolisian ataupun kejaksaan, dengan alasan kesehatan lalu berobat keluar negeri.

Bagi penulis ini menunjukkan bahwa pak Harto memiliki kepercayaan pada kemampuan para dokter di dalam negeri sendiri. Hal ini secara tidak langsung juga menunjukkan rasa cinta dan bangga kepada tanah air Indonesia. Dalam kondisi yang sangat kritis seperti saat ini, oleh keluarga beliau tetap dirawat di rumah sakit pertamina dan oleh dokter-dokter kepresidenan Indonesia. Tidak ada satupun dokter yang dari luar negeri.

Tulisan ini bukan bermaksud membela pak Harto, namun sekedar ungkapan yang ada dalam benak/pikiran , bahwa kita harus berpikir obyektif. Dan berdasarkan berita yang ada di media sampai saat tulisan ini dibuat, biaya rumah sakit tidak ada bantuan sedikitpun dari pemerintah. Semua masih menggunakan biaya sendiri. Undang-undang sudah mengatur bahwa para mantan presiden dan wapres, jika sakit maka biaya ditanggung oleh Negara. Namun kenyataan, untuk bisa ditanggung oleh Negara harus mengurus segala administrasi yang melewati birokrasi yang cukup rumit dan panjang. Oleh sebab itu sangat wajar kalau kemudian Soeharto mendapatkan perawatan yang kelas satu, selama keluarga sanggup untuk membayarnya.

Akhirnya kita hanya bisa berharap dan berdo’a pada Allah yang Maha Kuasa, agar pak Harto diberikan kesempatan untuk bertobat kepada Allah SWT dan berakhir husnul khotimah. Amin

Jakarta, 15 Januari 2008

By Kusdiyono (Guru SMKN 38 Jakarta)

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.

2 Responses to Sakit Soeharto dan Nasionalisme

  1. kusdiyono says:

    Semoga amal baik beliau diterima Allah SWT dan beliau diampuni dosa-dosanya. Tahlilan 40 hari dilaksanakan hari Rabu, 5 Maret 2008, sehabis Maghrib.

  2. yani says:

    salam kenal pak kus, salut buat tulisan2 pak kus
    kunjungi yanilagi.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s