Ada Yang Melihat TUHAN ?

dosen.jpgSuatu hari, Udin seorang mahasiswa agak bandel tapi juga kritis mengikuti mata kuliah filsafat. Kebetulan yang menjadi dosennya adalah salah satu penganut ideology komunis.“Ada yang pernah melihat Tuhan?” Tanya sang dosen. Para mahasiswa diam tak ada yang menjawab . “Ada yang pernah mendengar Tuhan bersuara?” kata sang dosen dengan nada keras. Kali ini pun tak ada seorangpun yang menjawab. Sang dosen semakin panas, “Ada yang pernah menyentuh Tuhan?” Tanya dosen lagi. Semua kembali terdiam.Dengan sinis dosen ini berkata : “Jadi kesimpulannya Tuhan itu tidak ada !”

Udin rupanya tidak senang dengan pernyataan dosen tersebut. Walaupun dia tipe bandel, Udin pernah nyantri di beberapa pesantren.

“Maaf pak, apa boleh saya bertanya ?”  ujarnya menatap sang dosen.Sambil berdiri Udin bertanya kepada seluruh mahasiswa yang ada di kelasnya: “Apakah di ruangan ini ada yang melihat otak pak dosen kita ?” ujarnya dengan lantang. Tak ada jawaban sedikitpun. “Apakah ada yang mendengar suara otak pak dosen ?”. Lagi-lagi tak ada yang bersuara. “Apakah ada yang menyentuh otak pak dosen ?”. Tak ada seorangpun yang menjawab.Dengan sinis dan berani Udin berkata : “Jadi kesimpulannya bapak dosen kita ini tidak punya otak !” ujar Udin dengan kritis

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

5 Responses to Ada Yang Melihat TUHAN ?

  1. norie says:

    wkwkwekeke… :mrgreen:
    eh iya nih. kenapa mesti baru benar-benar yakin kalau melihat dengan mata kepala sendiri. Sedangkan kalau tak terlihat dengan mata maka hal itu ga ada.

  2. lainsiji says:

    😆
    😆
    😆

    tajam sekali balasan analogi buat sang dosen

    *tiba-tiba kasihan sama si udin, bakalan dapat E tuh (mana 3 sks lagi) :mrgreen: *

    salam kenal pak

  3. antown says:

    saya suka tema tulisan mas. bagus dan menarik untuk didiskusikan. MEskipun tidak terlalu panjang tapi membuat orang tercengang.

    salam

  4. kaudanaku says:

    dalem banget tuh jawaban si udin. siap2 ngulang tahun depan deh…..

  5. asopusitemus says:

    Wakakakakakakakakakak!

    Hebat!

    Saya ketawa ngakak pas baca ini!

    Hebat!

    Sampai ketemu lagi tahun depan!

    Hukakakakakkakaakka!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s