Kurir Tagihan PAM

Bagi kita para pelanggan PAM kelas menengah ke bawah pasti pernah sekali atau dua kali dalam setahun tidak menerima tagihannya. Kita mau membayar, tidak tahu berapa harus membayar. Bisa juga telepon dulu ke kantor pusat PAM, tapi untuk ke bank ataupun kantor pos harus membawa “bill”, jika tidak kita tidak akan dapat bukti pembayarannya. Yang jadi persoalan adalah pada bulan berikutnya di tagihan yang kita terima disitu tercantum denda dari bulan sebelumnya karena kita belum membayar tagihan (padahal karena kita tidak menerima tagihan).

Saya jadi membayangkan, seandainya di DKI Jakarta ada 1 juta pelanggan PDAM, lalu 1000 (seribu) pelanggan tidak menerima tagihan, dari 1000 pelanggan tersebut masing-masing kena denda sebesar Rp.5.000 (karena terlambat membayar), maka pendapatan yang didapat dari denda sebesar 1000 X 5000 = Rp.5.000.000 (lima juta rupiah). Bayangkan !

Saya berkali-kali mengadukan perihal “kurir” tagihan yang tidak mengantarkan tagihan. Jawaban dari pengelola, “baik akan kami tindak lanjuti”. Tapi di tahun berikutnya selalu saja terulang kembali, minimal sekali dalam setahun.

Saya jadi “berburuk sangka”, jangan-jangan ada kolusi antara pihak PAM dengan jasa kurir. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa PDAM selalu mengeluh rugi, biaya operasional yang membengkak, dsb. Untuk menutupi kerugian tersebut, bukankah “kesengajaan” untuk tidak mengirimkan tagihan pada pelanggan menjadi salah satu solusi ?? Para pelanggan yang tidak menerima tagihan kebanyakan adalah yang jumlahnya tidak terlalu besar, missal 15 sampai 30 ribu rupiah. Mereka berpikir biarin…, coba kalau yang tidak menerima tagihan, nilainya 500 ribu ke atas, bisa “ngamuk” mereka.

Telkom dan PLN dalam era digital sudah bisa membayar tanpa harus menerima dan membawa tagihan, cukup menekan 109 untuk Telkom dan 123 untuk PLN. Kenapa PAM tidak bisa meniru kedua BUMN tersebut ya…???

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Kurir Tagihan PAM

  1. hafidzi says:

    Hidup kuriiiiiiiiiiiiiiiir….
    klo dia datang mungkin lagi sakit kali:D
    tp sangat bagus tuh sarannya tuk dilaporin ke pusat….:)

  2. cyla says:

    Yupz BtuL Tu,….G juga ud 4 BULAN GAK Trima Tagian Dr PAM, Tp ttap g bAyAr LUNAS tiap Bulan,……stela g baca Tnggapan ^ diAtas g jd Takut bakal Ditagih Double atau lebih malahan,….Padahal g kan Berhak Trima Tagian tiap Bulannya, Knapa PAM Indonesia Bgitu “LAMBAN” u/ masalah Tagihan pelanggan Ajahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!! (Padahal Thu Emang KWAJIBANnya!!)TQ.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s