FSAB

Hari Minggu tanggal 1 Juni 2008, setelah mengantarkan para siswa SMKN 38 mengikuti lomba lari 10 km di Silang Monas, saya mengikuti kegiatan yang berjudul Silaturahmi Nasional dalam rangka Rekonsiliasi di Aula Mahkamah Konstitusi.

Pada awalnya saya ragu untuk ikut, karena melihat judulnya “serem” bagi saya. Akhirnya dalam kemacetan gerak jalan massal yang diadakan oleh salah satu parpol saya menuju Jl.Medan Merdeka Barat No.6. Setiba di lokasi masih agak sepi, terlihat beberapa tokoh nasional seperti Bapak Abdul Madjid (PNI), Hary Tjan Silalahi (CSIS/66), dsb.

Jam 10.00 WIB acara dimulai dengan memperkenalkan para panitia dan pengurus dari Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB). Masya Allah ternyata mereka adalah para putra-putri dari para korban PRRI/Permesta, DI/TII, Pahlawan Revolusi dan Anak/Cucu dari tokoh PKI DN Aidit.

Mereka telah akur atau rekonsiliasi, lalu membuat forum dan mengadakan berbagai macam kegiatan. Saya akhirnya mengusulkan kepada panitia, alangkah bagusnya jika mereka berkenan mengumpulkan para Kepala Sekolah SMA/SMK berikut guru PKN/PKNS, IPS, Sejarah dan Tata Negara untuk mendengarkan cerita dari mereka para putra/putri  korban yang masih ada. Sehingga sejarah yang kita pelajari / ajarkan tidak satu versi saja, tapi dari berbagai macam versi.

 

Lebih lengkap tentang FSAB di situs http://www.fsab.or.id  (walaupun tidak di update)

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.