Pendidikan yang keliru

Selama ini kita lebih takut kepada jin dan sejenisnya dibandingkan takut terhadap Allah SWT. Kita dari kecil mendapat pendidikan yang keliru dari orang tua. Sebagai contoh, saat ini tidak sedikit orang tua yang menakut-nakuti anaknya dengan jin, setan, kuntilanak, dsb. Dampaknya anak lebih takut terhadap makhluk tersebut dibandingkan takut terhadap Allah, buktinya saat dia sendiri di kegelapan pasti akan takut kalau-kalau ada setan, ditambah dengan tayangan-tayangan televisi dan film yang mendukung ketakutan tersebut. Dampak yang lebih buruk lagi saat mereka dewasa tidak takut untuk mengambil yang bukan haknya. Tidak takut untuk korupsi, manipulasi, dsb. Seandainya anak sedari kecil sudah dididik untuk takut hanya pada Allah, maka kelak saat dewasa, maka yang ditakuti hanya Allah semata. Dia tidak akan berani melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Seperti ‘Aa Gym katakan tentang “3M”, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, mulai saat ini juga.

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

2 Responses to Pendidikan yang keliru

  1. chic says:

    sayangnya fim-film horor pembodohan umat itu ramai beredar.. menyedihkan..
    Betul…padahal ulama, kyai, pastor dan pendeta banyak.. (apa hubungannya??)

  2. wyd says:

    masalahnya pak, kadang kita bisa melihat makhluk2 serem itu (jin) di sekeliling kita, palagi setan (banyak banget, bahkan bisa diajak berdiskusi 🙂 ) sedangkan tuhan… mana tau????
    Kata guru ngaji saya, orang yang bisa melihat jin dkk, karena dapat ilmu warisan yang diturunkan oleh kakek buyutnya, baik langsung maupun tidak (bahkan sampai 7 turunan…nah,lohh)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s