Cerita (sebelum) Lebaran

Tahun ini aku tidak mudik ke Pekalongan, maklum baru punya “baby” yang kedua (lahir tanggal 7 Juli 2008) repot nanti di perjalanan. Alhamdulillah eyang yang datang ke Bekasi tempat adikku tinggal. Buka blog baru sempat kulakukan sekarang, terakhir hari Senin 22 September 2008 (gak tau dengan e-mail pasti sudah ratusan). 

Kesibukanku berubah dari seorang guru dan pembina OSIS di sekolah menjadi seorang “ibu” rumah tanggaMulai dari belanja, masak, nyuci, bersih-bersih rumah, dsb. Maklum istriku tersayang kondisinya belum “fit” sejak di operasi caesar untuk mengeluarkan anakku yang kedua, plus jahitannya kadang kebuka ditambah pembantu pulkam (lengkap sudah). Dua hari menjelang lebaran, kerjaanku ke pasar belanja (sayur, daging,dsb) untuk keperluan lebaran. Sampai rumah jadi “koki” yang handal dengan bimbingan istri tercinta. Betul-betul hari yang melelahkan selama 2 hari.

Malam takbiran aku berkeliling naik motor dengan anak sulungku untuk mencari warnet yang buka. Sampai jam 11 malam tidak ada satupun warnet yang buka. Yang kujumpai di sepanjang jalan kalimalang, pondok bambu, jalan baru dan by pass adalah konvoi mobil dan motor dengan bunyi bedug dan klakson yang memekakkan telinga. Di sisi jalan kujumpai satu situasi yang jauh berbeda dengan mereka yang bersuka ria, yaitu para pemulung dengan gerobagnya, plus anak-istri. Ada yang duduk, ada yang tidur bersama anak istri dengan beralaskan koran dan beratapkan langit (Masya Allah), Mereka mengharapkan ZIS (zakat, infak dan shadaqah) dari para pengguna jalan yang sedang bersuka ria. Satu pemandangan yang sangat kontras (sayang aku tidak membawa kamera untuk mengabadikan mereka. Aku menghampiri salah satu dari sekian banyak “dhuafa” tadi. Kusuruh anakku untuk sekedar memberikan sedekah padanya, sekaligus mengajarinya untuk saling berbagi dan mencoba mensyukuri yang telah diberikan Allah SWT.

Akhirnya aku mengajak anakku pulang untuk istirahat (karena umurnya baru 4,5 tahun) untuk besok pagi ikut Bapaknya melaksanakan shalat subuh yang kemudian disambung dengan shlat Idul Fitri 1429 H. Terakhir “mohon maaf lahir dan batin kepada para pembaca blog ini dan met lebaran (walo dah lewat)”.

About Kusdiyono

Guru yang mengajar di SMKN 38 Jakarta mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI (dulu). Tugas tambahan sebagai Wakabid Kesiswaan. Alamat Jl.Kebon Sirih No.98 Jakarta Pusat, telp/fax (021) 3441788/3506191. E-mail : kus_d@yahoo.com , kusdiyono@gmail.com
This entry was posted in Mau Baca..silahkan klik and tagged , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Cerita (sebelum) Lebaran

  1. nurhasnah says:

    Assalamualaikum, P Kus, selamat IF smg Allah menerima ibadh kt dn membrkn kebaikan kpd kt spnjng thn yg barokah, maafkn sy setulus2nya, ya, jg sampaikn unt b Delima. Malam ini sy brhrp besok pg bpk mmbc tulisn ini, bhw sy mengingtkn tmn2 di 38 unt jngan lupa hadir di Dinas senin 061008 pk 09.00 ats nama 38 sebnyk 10 orang yg tidak mudik atau sudh kembali lagi, sy sdh mncoba SMS tp belum ada yg brbalas, jd tolong Pak Kus, mudh2n sempat mmbc dan besok mnympaiknnya kpd tmn2 unt ke dinas. trm ksh sykrn jzkllh khrn ktsrn.

  2. Minal Aidin …
    semoga kita kembali fitri
    kedepankan nurani yang selalu bersih

    Salam buat Ibu Delima dan putra-putri

  3. ichbal darmawan p says:

    be slamet ye ude punya baby
    trus slamet juga atas kenaikan pangkatnye dari pembina osis menjadi seorang ibu
    sory ni be baru ngucapin sekarang….!!!!!!

  4. manty widiyanty says:

    selamat bwt paa kus, dha ad ade bayi yg lutcu. . .
    nd salam sm bunda delima. . . manhty

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s