Cerita (tentang) Mudik

Ada satu cerita tentang perjalanan mudik dari salah seorang sepupuku. Sebetulnya kejadian ini berlangsung setahun yang lalu, namun pada saat mudik lebaran saya jadi ingat ceritanya.

Saat itu sepupu saya akan mudik ke Pekalongan dengan menggunakan kereta api kelas bisnis, yaitu Fajar Utama jurusan Jakarta-Semarang. Kereta super penuh, persis seperti yang kita lihat di televisi, bahkan sampai ada yang menutup lobang toilet dengan kardus untuk bisa sekedar duduk. Alhamdulillah saudara saya dapat tempat duduk, yang kalo di kereta posisinya dua bangku yang muat 2 orang saling berhadapan, jadi ada 4 orang. Di tengah yang buat jalan sudah penuh sesak orang yang duduk maupun berdiri.

Saat sudah sampai di Cirebon, saudara saya terbangun karena mencium bau yang sangat menyengat dan sangat tidak enak, yaitu bau (mohon maaf) kotoran manusia. Dan ternyata…….Naudzubillah orang yang duduk di sebelah saudara saya ternyata lagi buang hajat dan sudah selesai, sedang dibungkus dalam kantong plastik. Saudara saya marah-marah dan memaki orang tersebut. Orang tersebut hanya bisa mengucapkan maaf…Saudara saya sangat heran …kok bisa dia melakukan hal tersebut. Memang di kursi tersebut semua laki-laki dan masih kerabat si “biang kerok” tadi, tapi orang yang berdiri khan sangat banyak…. Sejak kejadian tersebut saudara saya lebih memilih mudik menggunakan sepeda motor. Pembaca ada yang pernah mengalami hal yang sama, atau bahkan lebih fatal ??

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s