Guru PPL (sebuah otokritik)

Guru dalam bahasa Jawa diartikan sebagai orang yang “digugu”(didengar) dan ditiru. Apapun namanya seorang guru mempunyai tugas mengajar dan mendidik siswa-siswinya. Guru PPL adalah guru yang praktik di lapangan, yang sedang menerapkan apa yang didapat di perkuliahan dengan kondisi riil di sekolah. Namun apapun namanya/istilahnya guru tetaplah guru (mau PPL, Bantu, Honor, Kontrak) tetap memiliki tugas yang sangat mulia.

Kenyataan yang ada di sekolah berkaitan dengan guru PPL, terutama guru produktif busana dan restoran mereka cenderung berkutat dengan mata pelajaran yang akan ia ajarkan. Mereka jarang atau bahkan tidak mau melibatkan diri dalam kegiatan kesiswaan (OSIS). Selama beberapa tahun SMK Negeri 38 Jakarta menerima PPL dari UNJ. Dari tahun ke tahun tidak banyak perubahan. Bahkan 2 tahun terakhir mahasiswa yang PPL (guru PPL) cenderung tidak tahu tentang KTSP dan perubahan kurikulum yang terjadi di sekolah. Artinya kampus tempat mereka belajar, tertinggal oleh kenyataan yang ada di sekolah.

Jikalau setiap guru PPL enggan terlibat atau melibatkan diri di kegiatan kesiswaan (OSIS), ditambah di kampus mereka tidak aktif di ormawa (organisasi kemahasiswaan), bisa dipastikan saat mereka menjadi guru “beneran” tidak mau atau tidak berani mengelola kegiatan kesiswaan (OSIS). Berbagai macam dalih akan dikemukakan untuk menolak tugas tambahan tersebut. Lalu siapa yang akan mengelola minat bakat, kegiatan kesiswaan yang ada di sekolah ???

Tulisan ini hanyalah sebuah otokritik untuk pembenahan bagi para calon guru, bahwa menjadi guru bukan hanya berdiri di depan kelas, mengajar, selesai, lalu pulang. Masih banyak tugas-tugas yang bisa dikerjakan di luar tugas mengajar. Semoga ke depan para mahasiswa yang PPL di SMK Negeri 38 ada perubahan ke arah yang lebih baik. Apa yang ditugaskan oleh guru pembimbing maupun sekolah janganlah menjadi beban, janganlah ada anggapan bahwa guru PPL itu adalah “tenaga suruhan”.

Khusus untuk UNJ…mudah-mudahan bisa kembali menjadi IKIP Jakarta, sehingga bisa menghasilkan alumni yang tidak kalah dengan IKIP-IKIP lain… Semoga

 

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Pendidikan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Guru PPL (sebuah otokritik)

  1. ZanNe says:

    wakilLLLLLL oSis yang Mnyedihkan,….???

  2. enyak nii * says:

    maju terus pantang mundur ppl

  3. ndaucull says:

    hmmmmmphhh .. capee dagh !!

    sereeet nii tenggorokan !

  4. indrajit.p says:

    guru ppl tucccchh jg nyenengin……………………..

    nd jg ngebeteiiiiiiiiiiiin?

    khuzuz guru ppl jng nyebeLIN yupzzz

    good luck””””””””””

  5. iqbal.handsome says:

    emng ciee.. guru ppl yg skarag lbh monoton ngajar nya di bandngkan guru ppl yg kmarn..
    ngjar nya tuch ngbtein.. lbh mending guru ppl yang nama nya bu anggie enak ngajar nya dan dy lbh brtggung jawab tas tugas2nya untuk jd gru.. wlaupn dy cma gru ppl..

  6. siti amaliah says:

    hoiuu… hehe salah nama tu pa td hehe

  7. kusdiyono says:

    Dear all,
    Masalah perdebatan guru PPL sudah selesai (bagi saya), mohon segala macam komen tidak usah memancing perdebatan baru lagi. Terima kasih untuk semua yang telah terlibat dalam diskusi kecil ini, apapun bahasa yang digunakan. Mohon ma’af atas segala kekurangan…

  8. di fakultas kedokteran magang bertahun-tahun dan tangani aneka pekerjaan … barangkali ini sebabkan dokter jadi profesonal dan respek pada senior … sementara guru, PPL nya cuma satu semester … hanya mengejarsatu mata pelajaran saja, lima hari seminggu kadang enggan, pekerjaan lain tak mau … sesungguhnya tugas apapun adalah pembelajaran yang paling baik, membuat kita makin berarti dan lebih profesional … sadarlah wahan calon guru, profesimu kini dihargai tinggi … good work Pak Kus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s