Menggunakan Hak Politik…

pemiluSegenap warga negara hendaknya menggunakan hak politik secara bertanggungjawab disertai pertimbangan matang bahwa yang dipilih yang benar-benar dapat membawa kemajuan bagi bangsa dan negara. Penggunaan hak politik merupakan wujud tanggung jawab berdemokrasi untuk perbaikan, penyempurnaan, dan kelangsungan kehidupan bangsa. Sebagai perimbangan bahwa partisipasi rakyat yang positif harus disertai dengan komitmen total dari Capres-cawapres serta segenap elit politik dalam merespon, menampung, dan memperjuangkan aspirasi rakyat dengan sungguh-sungguh, sehingga tidak membuahkan kekecewaan dan apatisme politik di kemudian hari. Perlu diingat bahwa jabatan kekuasaan adalah amanah yang harus dijalankan dan dipertanggungjawabkan selain pada rakyat, juga padat Tuhan YME.
Dalam konteks hak politik dalam pemilu, ada 2 sudut pandang yang berlaku. Ada yang sangat getol menuntut haknya agar bisa berpartisipasi dalam pemilu, namun ada juga yang kurang/tidak peduli dalam partisipasinya di pemilu.
Untuk sudut pandang pertama tidak ada masalah. Sudut pandang kedua ini mengandung banyak masalah. Dia tidak sadar pentingnya hak partisipasi dalam pemilu atau tidak tahu, atau tidak mau tahu lagi. Orang-orang dengan masalah seperti itu “biasanya” ketika menggunakan hak politiknya kurang/tidak bijaksana. Pertimbangan yang melandasi pilihan kurang kuat dan tepat, bahkan sering kali hanya ikut-ikutan, terutama ikut siapa yang memberikan “keuntungan”. hal ini ternyata masih lebih baik daripada tidak menggunakan hak pilihnya aias golput.
Sikap tidak mau tahu lagi terhadap hak politiknya, biasanya merupakan akibat dari kekecewaan rakyat ketika mereka berpartisipasi dalam ranah politik. Kekecewaan ini menyebabkan apatisme rakyat terhadap politik. Mereka berpikir, berpartisipasi atau tidak, toh keadaan bangsa tidak berubah ke arah yang lebih baik. Untuk mengurangi apatisme rakyat terhadap politik , khususnya Pemilu perlu upaya penyadaran politik kepada rakyat, dan bagi pemimpin bangsa hendaknya tidak berperilaku yang mengecewakan rakyat.

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Politik and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Menggunakan Hak Politik…

  1. plunk says:

    Ne tulisan jadi inspirasi banget mas!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s