Mengurus Jenazah, Bisa ??

mengafani (sumber PKS)Dalam hukum Islam mengurus jenazah hukumnya adalah fardhu kifayah, artinya kewajiban yang dikerjakan jika sudah ada yang mengerjakan maka gugurlah kewajiban tersebut. Namun dalam kenyataan sehari-hari dalam pengurusan jenazah, terutama memandikan dan mengafani masih menggunakan tenaga/jasa orang yang biasa mengerjakan itu. Padahal alangkah lebih baik lagi, jika yang memandikan dan mengafani adalah anak/saudara/kerabat dekat. Hal ini dengan tujuan untuk menghindari gunjingan jika dalam tubuh/badan si mayit ada cacat, yang tidak boleh diceritakan kemana-mana. Kenyataan tidak sedikit anak/saudara/kerabat yang tidak tahu/tidak mengerti bagaimana cara memandikan dan mengafani yang sesuai dengan syariat Islam. Sementara menggunakan jasa orang biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, belum untuk kain kafan, biaya pengurusan makam, biaya orang yang mendoakan, ambulan, dsb. Sungguh terasa mahal jika seseorang meninggal dunia di Jakarta.
Di sekolah masih banyak guru agama yang hanya mengajarkan hafalan tata cara shalat jenazah, untuk memandikan dan mengafani hanya teoritis semata… Orang yang bisa memandikan dan mengafani jenazah jumlahnya juga terbatas, dan mereka mewarisi dari para orang tua mereka alias turun temurun. Jika suatu saat yang meninggal sangat banyak (misal karena gempa, kecelakaan, dsb) siapa yang harus memandikan dan mengafaninya ??????

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s