Keadilan Yang Tidak Adil

Salah satu ciri negara hukum adalah adanya hukum yang tidak memihak alias tidak berat sebelah, termasuk untuk Indonesia. Namun, kenyataan yang ada di negara Indonesia hukum masih lebih banyak berpihak, terutama pada mereka yang “berbulu” alias yang punya duit banyak. Contoh kasus, bagaimana susahnya aparat penegak hukum Indonesia untuk membawa ke pengadilan kasus2 korupsi yang ada, termasuk yang divonis bebas oleh hakim. Tapi untuk bagi rakyat kecil yang melanggar hukum dengan mudahnya hukum diterapkan. Contoh kasus :

  1. Nenek Minah yang dituduh mencuri buah kakao
  2. Para petani Lampung Utara yang mengambil sisa panen singkong, padahal sudah tidak terbuang, langsung diamankan oleh polisi.
  3. Seorang Bapak (Anjas) yang berboncengan dengan istrinya, lalu kecelakaan dan istrinya meninggal. Dia langsung masuk penjara dan ke pengadilan dengan tuduhan kelalaian yang menyebabkan kematian bagi orang lain. Sementara anaknya yg cuma satu (masih kecil) di rumah sendirian. Ibarat pepatah “sudah jatuh, ketiban tangga”. Sudah istri meninggal, diri masuk penjara, anak di rumah sendirian. Kasus ini bisa menimpa siapa saja yang sedang berkendara motor.

Pertanyaan yang mengusik batin kita (saya terutama)…kemana hati nurani para penegak hukum Indonesia (polisi, jaksa, hakim)?? Mudah-mudahan Allah selalu melindungi kita dari perbuatan ketidakadilan, dan menjauhkan kita dari perbuatan yang tidak adil….

Sudah adilkah anda ???

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s