I Love My Son…(Najib)

Kalau sudah tiada…
baru terasa
bahwa kehadirannya sungguh berharga
sungguh berat…aku rasa
kehilangan…dia
sungguh berat…aku rasa
hidup…
tanpa dia…
najib setahun yg lalu Ku tahu rumus dunia
smua harus berpisah,..
tetapi….
kumohon…
Kuatkan….kuatkanlah
Bukan aku menyesali
semua harus terjadi..
tetapi…….
komohon,
Kuatkan….Kuatkanlah…..

About Kusdiyono

Guru yang mengajar di SMKN 38 Jakarta mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI (dulu). Tugas tambahan sebagai Wakabid Kesiswaan. Alamat Jl.Kebon Sirih No.98 Jakarta Pusat, telp/fax (021) 3441788/3506191. E-mail : kus_d@yahoo.com , kusdiyono@gmail.com
This entry was posted in Mau Baca..silahkan klik and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to I Love My Son…(Najib)

  1. rangga says:

    Anakku …….. engkaulah buah hatiku.

    Kasih sayangku padamu tak terkikis oleh erosi zaman.

    Kuselalu memandang wajahmu yang damai ….

    Ketika engkau sedang tidur.

    Aku tersenyum melihat senyummu, engkau pasti bermimpi indah.

    Anakku ……..

    Aku selalu merasa bahagia mendengar ceria candamu,

    Aku sering merasa cemas mendengar langkahmu berlari,

    Aku takut engkau terjatuh,

    Jantungku berdegup mendengar isak tangismu.

    Aku tak ingin kau bersedih, aku tak ingin engkau dilanda nestapa.

    Anakku ……..

    Kini engkau telah dewasa, dan aku mulai tua dan pikun.

    Tak banyak yang aku pinta.

    Tetaplah sabar dan cobalah mengerti tentang diriku.

    Kalau aku berlepotan ketika makan …. bersabarlah,

    kenang saja ketika aku selalu mengajarimu tentang kebersihan.

    Jika aku mengatakan hal yang sama ribuan kali kepadamu …. bersabarlah,

    kenang saja ketika aku membacakan cerita yang sama ribuan kali sampai engkau tertidur.

    Kalau aku tidak mau mandi, jangan salahkan atau marahi diriku,

    kenang saja ketika aku membujukmu dengan seribu alasan agar engkau mau pergi mandi.

    Kalau bicaraku melantur, janganlah gugup …. yang terpenting bukanlah omonganku, tapi aku tetap bersamamu, yang mendengarkan kata-kataku.

    Bila kakiku sudah berat untuk melangkah, jangan paksa aku berjalan,

    ulurkan saja kedua tanganmu,

    seperti aku lakukan ketika membimbingmu pada langkah pertamamu.

    Suatu hari nanti kau akan tahu, di samping kesalahan-kesalahanku ….. aku ingin melakukan yang terbaik untukmu … untuk jalan hidupmu.

    Kau tak harus merasa sedih, marah atau tak berdaya melihat aku di sampingmu.

    Cobalah untuk mengerti dan bantulah diriku,

    seperti yang aku lakukan padamu ketika engkau memulai hidup ini.

    Bila di suatu masa nanti aku berkata aku tak ingin hidup lebih lama lagi,

    janganlah bersedih, cobalah faham ……………………..

    usia bagiku bukanlah hidup tapi hanyalah bertahan hidup.

    Bantulah aku berjalan, tolonglah aku pada akhir hayatku.

    Aku akan memberimu senyum dan cinta tak terhingga,

    yang selalu kumiliki hanya untukmu.

    Selamat tidur anakku, semoga Allah tetap bersamamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s