Nasionalisme dan Sepakbola

Pengertian Nasionalisme

Nasionalisme berasal dari kata ‘nation’ (Inggris) yang berarti bangsa.

Ada beberapa tokoh mengemukakan tentang pengertian Nasionalisme.
1.    Menurut Ernest Renan: Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan      bernegara.

2.    Menurut Otto Bauar: Nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan senasib.

3.    Menurut Hans Kohn, Nasionalisme secara fundamental timbul dari adanya National Counciousness. Dengan perkataan lain nasionalisme adalah formalisasi (bentuk) dan rasionalisasi dari kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri. Dan kesadaran nasional inilah yang membentuk nation dalam arti politik, yaitu negara nasional.
Untuk lebih jelas lagi perlu kita perhatikan beberapa definisi nasionalisme berikut ini.

4.    Menurut L. Stoddard: Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa.

5.    Menurut Dr. Hertz dalam bukunya yang berjudul Nationality in History and Politics mengemukakan empat unsur nasionalisme, yaitu:

a.    Hasrat untuk mencapai kesatuan.

b.    Hasrat untuk mencapai kemerdekaan.

c.    Hasrat untuk mencapai keaslian.

d.    Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa.

Dari definisi itu nampak bahwa negara dan bangsa adalah sekelompok manusia yang :

a.    memiliki cita-cita bersama yang mengikat warga negara menjadi satu kesatuan;

b.    memiliki sejarah hidup bersama sehingga tercipta rasa senasib sepenanggungan;

c.    memiliki adat, budaya, dan kebiasaan yang sama sebagai akibat pengalaman hidup bersama;

d.    menempati suatu wilayah tertentu yang merupakan kesatuan wilayah; dan

e.    teroganisir dalam suatu pemerintahan yang berdaulat sehingga mereka terikat dalam suatu masyarakat hukum.

Salah satunya Rasa nasionalisme dalam sepak bola sangat luas bila kita menjabarkannya.Tapi kalau kita mengingat nasionlisme kita tentu ingat akan Negara tercinta kita yaitu INDONESIA. Baru-baru ini tim nasional sepak bola Indonesia, memenangkan beberapa pertandingan piala AFF Suzuki Cup  2010. Penampilan tim Indonesia sangatlah baik,mereka berhasil mengalahkan Malaysia, Laos dan Thailand. Bila kita tengok sejarah pesepak bola di Indonesia sangatlah mengejutkan.  Menjadi tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA pada tahun 1938. Saat itu mereka masih membawa nama Hindia Belanda dan kalah 6-0 dari Hongaria, yang hingga kini menjadi satu-satunya pertandingan mereka di turnamen final Piala Dunia. Indonesia, meski merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tidak termasuk jajaran tim-tim terkuat di AFC. Pada tahun 1930-an di Indonesia berdiri 3 organisasi sepakbola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB)yang lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) di tahun 1936milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) punya bangsa Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik orang Indonesia.  Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Gentlemen’s Agreement pada 15 Januari 1937. Pascapersetujuan perjanjian ini, berarti secara de facto dan de jure Belanda mengakui PSSI. Perjanjian itu juga menegaskan bahwa PSSI dan NIVU menjadi pucuk organisasi sepakbola di Hindia Belanda. Salah satu butir di dalam perjanjian itu juga berisi soal tim untuk dikirim ke Piala Dunia, dimana dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI sebelum diberangkatkan ke Piala Dunia (semacam seleksi tim). Tapi NIVU melanggar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya. NIVU melakukan hal tersebut karena tak mau kehilangan muka, sebab PSSI pada masa itu memiliki tim yang kuat. Dalam pertandingan internasional, PSSI membuktikannya. Pada 7 Agustus 1937 tim yang beranggotakan, di antaranya Maladi, Djawad, Moestaram, Sardjan, berhasil menahan imbang 2-2 tim Nan Hwa dari Cina di Gelanggang Union, Semarang. Padahal Nan Hwa pernah menyikat kesebelasan Belanda dengan skor 4-0. Dari sini kedigdayaan tim PSSI mulai kesohor.

Atas tindakan sepihak dari NIVU ini, Soeratin, ketua PSSI yang juga aktivis gerakan nasionalisme Indonesia,sangat geram. Ia menolak memakai nama NIVU. Alasannnya, kalau NIVU diberikan hak, maka komposisi materi pemain akan dipenuhi orang-orang Belanda. Tapi FIFA mengakui NIVU sebagai perwakilan dari Hindia Belanda. Akhirnya PSSI membatalkan secara sepihak perjanjian Gentlemen’s Agreement saat Kongres di Solo pada 1938.

al Bond (HNVB) punya bangsa Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik orang Indonesia. Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.

Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa “kebenaran politik” (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu “identitas budaya”, debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.

 

Indonesia saat ini memerlukan genre baru untuk mereinterpretasikan ide nasionalisme yang secara fundamental telah dibangun oleh founding father seperti Soekarno. Soekarno kita akui sebagai individu yang mampu membentuk nasionalisme Indonesia dengan membangun satu sistem berantai melalui penyatuan kepentingan. Dari kalangan Islam dan sekuler pada saat itu.

Kita harus mengakui sebuah gagasan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk tentu memerlukan proses. Di mana proses tersebut tentunya merupakan proses bersejarah dalam suatu bangsa. Saat ini nasionalisme sudah menjadi rapuh. Tentu kita harus mulai menghidupkan kembali spirit dan etika nasionalisme sebagai sebuah praktek politik negara dan masyarakat dalam konteks Indonesia kekinian di tengah-tengah arus milenium ke-3.

Sumber dari kekuatan ideologi nasionalis saat ini memang belum ditemukan oleh banyak orang Indonesia sehingga ketika kita mencari arus apa yang seharusnya berada di depan kita sebagai energi yang menuntun kemajuan nasional negara dan masyarakat kita seringkali bimbang dan gelap.

Oleh karena itu untuk menjawab tantangan ini sebuah organisasi politik harus mampu menemukan sumber ideologi nasionalisme. Sekaligus mampu menggerakkan menjadi kekuatan utama dalam pencapaian tujuan politiknya. Sebenarnya sangat mudah kita temukan di mana sumber ideologi tersebut jika kita telah mencapai kesadaran penuh dengan kualitas yang sehat. Karena ideologi nasionalisme itu bersumber pada mainstream persatuan dan kesatuan.

Rasa nasionalisme kita memang sudah mulai rapuh dan berkurang,tapi berkat pesepak bolaan Indonesia rasa nasionalisme itu di bangkitkan kembali,bagaimana tidak para arjuna membuat lawan-lawan keok dan jatuh dalam kekalahan oleh keperkasaan mereka menggocek si bola bundar tersebut.Di buktikan dengan penuhnya stadion gelora bung karno dengan masyarakat yang ingin mendukung timnas.Dalam sepak bola nasionalisme muncul tak khayal ketika para pemain berhasil mencetak gol ke gawang lawan,pemain yang terdiri dari bebagai suku,bangsa,etnis,dan agama membuat mereka bersatu dan bertekad menang di bawah bendera Indonesia.Rasa kemenangan itu membuat orang rela bekerja keras, latihan dan menyisihkan uang untuk dapat kemenangan tersebut.Tapi apakah rasa nasionalisme tersebut hanya ada dalam sepak bola saja,tidakah dapat di rasakan dalam kehidupan sehari-hari atau dalam bidang social,budaya.Mungkin itu semua dapat di wujudkan bila kita mencontoh semangat dan antusias di dalam sepak bola.Nasionalisme itu sendiri harus kita tanamkan dalam diri kita sendiri,dan perlu di ingat bagaimana dulu para pejuang telah berjuang untuk dapat mempertahankan tanah air Indonesia.Tapi kita hanya untuk mempertahankannya saja sudah tidak mau.Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai,bangsannya sendiri.Semoga dengan adanya rasa nasionalisme dalam sepak bola dapat membuat rasa nasionalisme tersebut menular ke semua aspek kehidupan dan membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan di segani oleh bangsa-bangsa lain.

Suporter adalah orang yang mendukung sesuatu. Dalam hal sepakbola, suporter biasanya terkait dengan dukungan terhadap sebuah tim, bisa berupa klub maupun tim nasional suatu negara.

Dukungan bisa timbul biasanya berhubungan dengan beberapa faktor. Misalnya, faktor nasionalisme, asal daerah, pengaruh suatu kejadian, tayangan sepakbola di televisi, media (online maupun cetak), dan sebagainya. Mudah-mudahan bukan hanya di sepakbola, tapi juga di cabang olahrga lain seperti bulu tangkis dan silat yang baru saja menjadi juara umum di kejuruan dunia pencak silat di padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Indonesia.

Catatan : diolah dari beberapa sumber

About Kusdiyono

Guru yang mengajar di SMKN 38 Jakarta mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI (dulu). Tugas tambahan sebagai Wakabid Kesiswaan. Alamat Jl.Kebon Sirih No.98 Jakarta Pusat, telp/fax (021) 3441788/3506191. E-mail : kus_d@yahoo.com , kusdiyono@gmail.com
This entry was posted in Sejarah and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Nasionalisme dan Sepakbola

  1. harus dibangkitkan lagi rasa nasionalisme dan sepak bolanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s