Ketagihan Gadget

Disebuah acara yang menuntut pesertanya serius, misalnya; seminar, pengajian-ceramah agama, rapat bahkan sidang sering terganggu dengan berbagai macam bunyi dari benda kecil; telepon genggam dan sejenisnya. Ada peserta super cuek bebek, karena kurang menyimak acara hanya sekedar untuk mengetik di telepon pintar …menyampaikan hal yang remeh. Tampak sibuk dengan dunianya sendiri. Bahkan sampai tersenyum-senyum.

Di suatu kelas seorang guru sedang asyik menerangkan materi yg diajarkannya, sementara di sudut kelas seorang siswa atau bahkan beberapa siswa menatap kosong sang guru dengan kedua tangan di bawah meja sedang asyik memainkan telepon genggamnya. Di kelas yang lain beberapa siswa sedang berdiskusi, sedangkan beberapa siswa lain sedang asyik dengan telepon genggamnya. Apalagi saat guru tidak bisa hadir di kelas ???? siswa tambah banyak lagi yang asyik….

Ada keluarga yang terdiri dari ayah ibu dan anak-anak tidak tampak hangat, harmonis ketika berada di restoran. Sambil menanti makanan tiba, mereka sibuk dengan gadget masing-masing. Saling diam hanya jari-jari yang sibuk.

Ditengah kesibukan bekerja, lalu lintas yang macet, kesempatan berkumpul, silaturahim antar keluarga sebenarnya menjadi peristiwa yang sangat indah. Namun ketika masing-masing sibuk dengan alat komunikasinya, maka mereka tak hanya kehilangan kesempatan untuk bersilaturahim, mengakrabkan diri. Tanpa disadari juga menjauhkan diri satu sama lain secara emosional.

Jika situasi ini semakin sering, maka diantara mereka sesama anggota keluarga bisa saling menjauh karena tidak merasa nyaman dalam kebersamaan.

Teknologi komunikasi yang mestinya mendekatkan yang jauh ternyata pada saat yang sama juga menjauhkan yang dekat!

Penggunaan gadget yang mewabah saat ini ditenggarai banyaknya komunikasi antar keluarga yang tidak harmonis. Hubungan komunikasi yang kurang baik inilah menyebabkan masing-masing melarikan diri pada gadgetnya. Mereka lebih pandai berkomunikasi, mencurahkan emosi dan pikirannya di dunia maya.

Dari berbagai sumber.

About Kusdiyono

Guru yang mengajar di SMKN 38 Jakarta mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI (dulu). Tugas tambahan sebagai Wakabid Kesiswaan. Alamat Jl.Kebon Sirih No.98 Jakarta Pusat, telp/fax (021) 3441788/3506191. E-mail : kus_d@yahoo.com , kusdiyono@gmail.com
This entry was posted in ICT, Pendidikan, teknologi and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Ketagihan Gadget

  1. hihihih betul yaaa , bukannya mendekatkan yang jauh malah menjauhkan yang dekat … lama2 gadget jadi berhala juga tuh pak .. ckckckck

  2. anto fuji says:

    makasi infonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s