Gotroy alias Gotong Royong

Menyaksikan tayangan salah satu stasiun tv tentang masyarakat Indonesia yang ada di Amerika Serikat, mengagumkan. Mereka jiwa nasionalisme dan kebersamaan atau gotroy alias gotong royong sangat tinggi. Mereka bekerja sama untuk memamerkan, mengenalkan tentang Indonesia dengan beraneka ragam kesenian, kebudayaan dan hasil kerajinan yang mereka kuasai dan kumpulkan. Luar biasa…

Tapi..di Indonesia sendiri, terlebih di kota besar semangat gotong royong sudah jarang kita jumpai. Kita lebih sering melihat ego dan individu. Contoh kecil kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal, banyak alasan yg dikemukakan untuk tidak hadir dan menghindarinya. Atau kalaupun datang diwakilkan oleh pembantu, sopir, tukang kebun atau bahkan membayar orang untuk menggantikannya. Padahal kalau dalam satu, dua, atau 3 bulan sekali kita bergotong royong dengan tetangga sekitar, banyak manfaat yang bisa kita raih. Tali silaturahim , saling mengenal, semakin akrab, atau bahkan sekedar bercanda dengan tetangga yang ada. Banyak diantara kita yang tidak mengenal tetangga di kiri, kanan, belakang atau depan rumah kita. Kalau ada yang bertanya dan kita tidak tahu, uacapan yang muncul “maaf saya orang baru disini”..padahal mungkin itu yang dicari orang yang ada di kiri, kanan, belakang atau depan rumah kita…

Bagaimana dengan anda pembaca ??

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Pendidikan, Politik, Sejarah and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s