Haji “Ade”

Setiap CPNS yang menjalani diklat prajabatan di badan diklat daerah provinsi jawa barat, pasti mengenal beliau. Kesan pertama yang muncul adalah”galak”, “angker” dan “tegas”. Namun setalah mengenal beberapa hari kesan di atas semua hilang. Ternyatabeliau adalah orang yang sangat berdedikasi tinggi, integritas selaku PNS dan selaku seorang muslim. Beliau ingin para CPNS yg selesai diklat memiliki integritas  dan jiwa melayani yang tinggi, tidak korupsi, disiplin, dsb. Sebagai seorang muslim (merangkap da’i), beliau merasa terpanggil untuk menyadarkan, melatih, membiasakan para peserta diklat utk : terbiasa bangun tengah malam (shalat tahajur,berdo’a), membiasakan untuk membaca,mengkaji al Qur’an, minimal bersentuhan dengan Qur’an…juga bagi yg belum pernah ke masjid,biar terbiasa ke masjid.

Bagi yang tidak /belum terbiasa, banyak yang kaget bahkan shock…kok seperti ini,dibagunkan jam 03.30., dan kegiatan terus berlanjut sampai jam 10 malam.

Pendidikan dan pengalaman Bapak Haji Ade, yang telah menempa beliau menjadi seperti itu. IPDN/STPDN pernah belaiu tempuh, lalu IAIN juga sudah beliau tempuh. Keduanya tidak ada yang diselesaikan , karena berprinsip menimba ilmunya, bukan gelar atau ijasahnya. Sekarang belaiu kuliah lagi menekuni bidang penanganan narkoba…Subhanallah, beliau menerapkan prinsip belajar seumur hidup. Padahal beliau sudah masuk masa pensiun, namun karena jiwa pengabdian yg tinggi masih tetap mendedikasikan semua ilmu dan pengalaman yg dimiliki utk mendidik, mencetak para PNS yang betul2 beriman dan bertaqwa.

Semoga…kesehatan dan panjang umur senantiasa menyertai Pak Haji Ade, semangatmu menjadi inspirasi kami semua. Mudah-mudahan kita bisa berjumpa kembali dalam diklat yang lain. Jarang orang yang seperti Bapak….

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Haji “Ade”

  1. sri ratnasari says:

    Sungguh apa yg sudah beliau lakukan sangat membekas di hati, mgkn jg teman2 rasakan. Semoga menginspirasi kita untuk dapat selalu “memberi” dan melakukan segala sesuatu dengan ikhlas, tanpa pamrih. Hanya mengharap keridhoan Alloh semata.

  2. yudi says:

    kangen bapak haji ade, beliau sungguh luar biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s