Bulan Ramadhan, bulan exploitasi umat Islam ???

Umat Islam di dunia maupun di Indonesia menyambut suka cita dengan datangnya bulan Ramadhan. B ulan yang  seharusnya bagi umat Islam menjadi bulan yang penuh berkah, rahmah dan maghfirah. Namun bisa juga menjadi bulan yang menguras habis harta , benda, tenaga, bahkan rela untuk tidak berpuasa..Kenapa ?

  1. Di bulan ramadhan kebutuhan hidup bukan semakin rendah, tapi semakin naik. Umat Islam disuguhi berbagi tontotan yang konsumtif, menu berbuka puasa yang bertambah dari hari-hari biasa. Kendati perintah pokok Bulan Suci Ramadhan adalah shaum atau puasa, tetapi yang terjadi pada bulan puasa umat Islam justru berlomba-lomba mengkonsumsi segala jenis makanan yang jauh lebih banyak ketimbang hari-hari biasa. Konsumsi makanan yang berlebih-lebihan itu berlanjut dengan konsumsi barang lainnya, mulai alat rumah tangga, furniture, alat elektronika juga busana atau pakaian, dan  segala-macam barang yang hakikatnya bukan kebutuhan pokok (primer)
  2. Harga kebutuhan pokok begitu masuk ramadhan, lalu menjelang lebaran bukan semakin rendah, bahkan semakin tinggi. Umat Islam suka tidak suka dipaksa untuk membeli dengan harga yang ada. Pemerintah cukup mengatakan bahwa stok cukup sampai dengan sehabis lebaran ditambah dengan sidak dan operasi pasar….sementara harga tetap terbang dengan tingginya.
  3. Selain sembako, kebutuhan sandang juga ikut melambung dibandingkan dengan hari-hari biasa. Yang untung tentu saja para pedagang dan para pemilik modal.
  4. Mudik…atau pulang kampung menjadi tradisi tahunan yang ikut menaikkan tarif angkutan, bahkan pemerintah pun ikut menaikkan dan merestui tarif angkutan. Yang harus membayar, tentu saja mayoritas umat Islam, yang beruntung siapa lagi kalau bukan para pemilik armada angkutan. Pemerintah cukup mengatakan jalur mudik sudah diperbaiki (walo hari-hari biasa rusak parah), pengamanan disiagakan penuh, pengamanan disiagakan penuh.
  5. Tayangan televisi waktu sahur dan berbuka terutama acara komedi hanya memberikan hiburan terhadap otak namun tidak memberikan pencerahan bagi jiwa dan mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan Allah. Artis-artis sekadar didandani yang Islami, berkerudung, juga pelawak semua sekadar tampil “ugal-ugalan” mengeksploitasi momentum Ramadhan. Acara-acara menjelang makan Sahur, di sekitar Buka puasa, semua Sami-Mawon atau sama saja, hakikatnya sekadar menaikkan rating dan ujungnya mengeduk “fulus”

About Kusdiyono

Guru yang mengajar di SMKN 38 Jakarta mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI (dulu). Tugas tambahan sebagai Wakabid Kesiswaan. Alamat Jl.Kebon Sirih No.98 Jakarta Pusat, telp/fax (021) 3441788/3506191. E-mail : kus_d@yahoo.com , kusdiyono@gmail.com
This entry was posted in Agama, SMKN 38 JAKARTA and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Bulan Ramadhan, bulan exploitasi umat Islam ???

  1. anto fuji says:

    betul boss !

  2. hanifsaeful says:

    Postingan yang sangat bermanfaat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s