Guru dan Kejujuran

Jumat, 25 Nopember seluruh guru di Indonesia mengadakan upacara dengan tema yang sama yaitu “peringatan hari guru”. Guru orang Jawa bilang “digugu dan ditiru”, digugu artinya didengarkan, dilaksanakan petuah-petuahnya, ajarannya. Sedangkan ditiru artinya siswa akan meniru apa yang diajarkan oleh para guru, baik yan lurus sesuai dengan kaidah/norma taupun yang tidak sesuai dengan norma.

Kadang kala disadari ataupun tidak, guru (pejabat) mengajarkan ketidakjujuran, kebohongan demi meraih gengsi dan prestise semata. Misalkan dalam suatu even pertandingan, perlombaan, baik ketrampilan, sains ataupun olahraga guru membuat tim sukses untuk “mendekati” juri/wasit yang menilai/memimpin sehingga timnya bisa dimenangkan. Sementara anak tahu bahwa itu tidak boleh, itu tidak jujur. Namun tidak semua guru berlaku seperti itu, masih banyak guru yang jujur dan idealis demi mencerdaskan anak-anak negeri ini. Itu hanyalah segelintir “oknum” yang demi sebuah ambisi, prestise dan gengsi tertentu…entahlah

About Kusdiyono

Guru yang mengajar di SMKN 38 Jakarta mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI (dulu). Tugas tambahan sebagai Wakabid Kesiswaan. Alamat Jl.Kebon Sirih No.98 Jakarta Pusat, telp/fax (021) 3441788/3506191. E-mail : kus_d@yahoo.com , kusdiyono@gmail.com
This entry was posted in Pendidikan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s