Guru dan Kejujuran

Jumat, 25 Nopember seluruh guru di Indonesia mengadakan upacara dengan tema yang sama yaitu “peringatan hari guru”. Guru orang Jawa bilang “digugu dan ditiru”, digugu artinya didengarkan, dilaksanakan petuah-petuahnya, ajarannya. Sedangkan ditiru artinya siswa akan meniru apa yang diajarkan oleh para guru, baik yan lurus sesuai dengan kaidah/norma taupun yang tidak sesuai dengan norma.

Kadang kala disadari ataupun tidak, guru (pejabat) mengajarkan ketidakjujuran, kebohongan demi meraih gengsi dan prestise semata. Misalkan dalam suatu even pertandingan, perlombaan, baik ketrampilan, sains ataupun olahraga guru membuat tim sukses untuk “mendekati” juri/wasit yang menilai/memimpin sehingga timnya bisa dimenangkan. Sementara anak tahu bahwa itu tidak boleh, itu tidak jujur. Namun tidak semua guru berlaku seperti itu, masih banyak guru yang jujur dan idealis demi mencerdaskan anak-anak negeri ini. Itu hanyalah segelintir “oknum” yang demi sebuah ambisi, prestise dan gengsi tertentu…entahlah

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Pendidikan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s