Catatan Pendidikan Karakter dari Ki Hadjar Dewantara

Tulisan ini saya kutip dari mailinglist grup dikmenjur (maju,cerdas & kompetitif)….

Tiga butir penting Pengajaran Rakyat menurut Ki Hadjar Dewantara :

  1. Pengajaran rakyat harus bersemangat keluhuran budi manusia, oleh karena itu harus mementingkan segala nilai kebatinan dan menghidupkan semangat idealisme.
  1. Pengajaran rakyat harus mendidik ke arah kecerdasan budi pekerti , jaitu masaknya jiwa seutuhnya atau character building.
  1. Pengajaran rakyat harus mendidik ke arah kekeluargaan , yaitu merasa bersama-sama hidup, bersama-sama susah dan senang, bersama-sama tangung jawab mulai dari lingkungan yang paling kecil, yaitu keluarga. Jangan sampai di sistem sekolah umum sekolah menjauhkan anak dari alam keluarganya dan alam rakyatnya.

Oleh karena itu, Pengajaran dan Pendidikan Nasional harus selaras dengan penghidupan dan kehidupan bangsa agar semangat cinta bangsa dan tanah air terpelihara.

Pendidikan Budi Pekerti atau Karakter, yaitu bulatnya jiwa manusia, bersatunya gerak pikiran, perasaan, dan kehendak atau kemauan yang akan menumbuhkan enerji jiwa manusia sebagai makhluk individu dan sosial dan dapat memerintah atau menguasai dirinya sendiri , mulai dari gagasan, pikiran, atau angan-angan hingga menjadi tindakan. Ki Hadjar menyebutnya sebagai manusia yang beradab dan itulah tujuan Pendidikan Indonesia secara garis besar [Dewantara I^f].

Anak-anak adalah harta karun paling berharga bagi masa depan sebuah bangsa, pendidikan yang tidak konstruktif akan menghasilkan output sosial negatif [Chen and Kaplan 2001]. Namun demikian, kemiskinan orang tua juga akan mempengaruhi keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak-anak mereka [Katz et.al., 2007].

Ki Sarmidi Mangunsarkoro

Guru Tak Berkarakter ratjun Masjarakat : Sumbangan dari Kementerian Penerangan RI oentoek guru Nasional yang Membentuk Djiwa Nasional (ditulis bersama dg Asaat gelar Datuk Mudo, Kementerian Penerangan RI, kata Pengantar 1950)

Saya masih ingat ketika SMP saat upacara bendera, lalu bendera sedang posisi dikibarkan di jalan depan sekolah ada siswa PKS yang memberhentikan para pengguna jalan untuk sekedar memberikan hormat. Hal ini tentu saja tidak berlaku pada sekolah yg berada di jalan2 utama/vital/padat. Upacara bendera dilaksanakan  setiap minggu. Siswa dilatih untuk berdisipin, menyanyikan lagu-lagu nasional, tampil sebagai petugas secara bergiliran. Para guru yang menjadi pembina upacara dilatih untuk berbicara di depan semua siswa, guru dan staf tata usaha yang hadir (tidak semua guru mau/berani tampil sebagai pembina upacara). Tapi saat ini, upacara bendera dilaksanakan dua minggu sekali atau bahkan lebih. Terlepas dari yang kontra terhadap upacara (terutama penghormatan terhadap bendera), semangat untuk mendisiplinkan warga sekolah, menanamkan jiwa nasionalisme dan pendidikan karakter itu yang bisa kita ambil.

Saat berdemonstrasi menentang kebijakan pemerintah, para demonstran dengan entengnya menginjak, membakar atau apapun foto/gambar presiden/wakil presiden. Orang  boleh tidak setuju dgn SBY, tapi kapasitas selaku kepala negara menjadi simbol/lambang negara. Itu artinya sama saja dengan menginjak-injak/membakar lambang/simbol  negara sendiri. Pertanyaannya…kemana karakter yang dulu terbentuk untuk menghormati simbol/lambang negara. Apa yang salah dalam pendidikan kita setelah era orde baru..????

Memang masih banyak cara lain yang bisa dilakukan seperti memutarkan lagu-lagu nasional pada saat istirahat, mengadakan lomba menyanyikan lagu-lagu nasional, cerdas cermat,dll. Upacara bendera hanyalah salah satu cara dalam membentuk kembali karakter anak didik/pendidik/tenaga kependidikan.

 

About Kusdiyono

Guru yang mengajar di SMKN 38 Jakarta mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI (dulu). Tugas tambahan sebagai Wakabid Kesiswaan. Alamat Jl.Kebon Sirih No.98 Jakarta Pusat, telp/fax (021) 3441788/3506191. E-mail : kus_d@yahoo.com , kusdiyono@gmail.com
This entry was posted in Kewarganegaraan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s