Kejujuran

Di negeri Paman Doblang

Nilai Ujian Nasional mereka tinggi – tinggi

Sehingga banyak yang diterima di sekolah negeri di atasnya

Setelah ngobrol dengan mereka yg meraih nilai tinggi ….

Baik yang diterima ataupun tidak di sekolah negeri…

Ternyata….saat ujian di sekolah mereka ada ketidakjujuran

Ada pengawas, tapi seolah – olah tidak melihat

Kasihan….

Bagi mereka yang jujur dan pandai

Tersingkir dari sekolah negeri impiannya

Karena nilainya jauh di bawah mereka yang tidak jujur

Kasihan….

Bagi mereka yang jujur dan pandai

Karena mereka harus membayar mahal di sekolah luar negeri (swasta)

Mereka tidak bisa menikmati sekolah gratis di sekolah negeri

Kasihan….

Bagi sekolah negeri yang menerimanya

Karena ternyata nilai mereka ada yang semu

Karena ternyata kemampuan mereka tidak sesuai dengan nilai

Kasihan ….

Nasib anak bangsa di negeri Paman Doblang

 

“Anda masih jujur ?terutama pada Allah, hati nurani dan pasangan anda….”

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s