Pasar Gembrong dan Pasar Burung (Jatinegara)

Sehari setelah lebaran idul fitri 1433 H atau tepatnya hari kedua lebaran, para orang tua di Jakarta yang memiliki anak usia SD – SMP mulai menyerbu tempat wisatadan belanja. Dua tempat belanja yang sudah ramai dikunjungi, terutama oleh warga di wilayah Jakarta Timur adalah Pasar Burung Jatinegara dan Pasar Mainan Prumpung atau Gembrong. Di pasar burung Jatinegara  para orang tua yang menyertai anaknya mencari binatang piaraan atau untuk teman bermain anak – anaknya, mulai dari berbagai macam burung, kelinci, hamster, kucing, kura – kura, monyet, ikan hias, ular, kalong, anak ayam, tupai, bahkan binatang kus-kus pun ada. Disana juga disediakan beraneka macam perlengkapan pendukung seperti kandang, aneka akuarium, pakan, mainan, dsb.

Sedangkan di pasar Prumpung atau lebih popular dengan nama pasar Gembrong orang tua dan anaknya mencari berbagai macam mainan yang ada, mulai dari yang tradisional sampai dengan yang modern. Untuk harga, para pembeli harus pandai – pandai menawarnya, baik di pasar burung maupun di pasar Gembrong. Lebih bagus lagi, jika untuk mainan yang di pasar Gembrong, pembeli sudah survey harga terlebih dahulu di  mal atau supermall yang ada untuk sekedar membandingkan, sehingga tidak terjebak dengan harga yang jauh lebih mahal… Semoga bermanfaat.

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Sosial Budaya and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s