Mr.Governor, Help Us ….

Sekolah gratis telah dicanangkan untuk tingkat SLTA di DKI Jakarta yang berlaku mulai bulan Juli 2012. Tapi sampai dengan tulisan ini dibuat dana operasional yang diharapkan turun belum juga sampai di sekolah. Semua masih belum jelas, semua masih menunggu gubernur baru yang terpilih. Apakah kebijakan ini akan dilanjutkan, ataukah akan dievaluasi terlebih dahulu dengan melihat APBD yang ada.

Dampak yang paling terasa adalah kegiatan ekstrakurikuler yang terpaksa harus “istirahat” terlebih dahulu. Perawatan AC dan sarana lain yang sempat tertunda, kegiatan LDKS yang juga ditunda sementara waktu. Ditambah “dropping” lemari, loker, kursi kuliah, kursi biasa, kursi tunggu yang seperti di rumah sakit. Semua menumpuk jadi satu, minta untuk ditata dan ditempatkan. Sementara ruang yang dimiliki sungguh sangat terbatas…Bingung mencari solusi yang pas.

Ulangan Tengah Semester (UTS) yang dilakukan mulai tanggal 16 Oktober pun tidak luput dari ketersediaan dana yang minim. Akibatnya, sekolah mensiasatinya dengan model “paperless”, alias tanpa kertas. Para guru harus memindahkan soal yang telah diketik di ms.word ke dalam power point yang telah disiapkan lengkap dengan pengaturan waktu tayang. Para siswa akan mengerjakan soal dengan melihat tayangan soal melalui proyektor yang akan berjalan secara otomatis. Alhamdulillah semua ruang sudah terpasang proyektor. Namun tidak semua soal ditayangkan melalui proyektor, untuk BBM (Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika dan Produktif) masih dengan dengan soal yang telah difotokopi. Hanya diluar 4 mata pelajaran tersebut.

Persoalan yang tidak kalah peningnya untuk pimpinan sekolah adalah dana untuk menggaji para guru, staf tata usaha, dan karyawan honorer. Pimpinan harus pandai – pandai mengelola keuangan yang ada agar semuanya terkendali.

Untuk Bapak Gubernur Joko Widodo dan Bapak Basuki (Ahok) setelah dilantik, mohon kejelasan dari kelanjutan sekolah gratis yang sudah dicanangkan oleh Bapak Gubernur Fauzi Bowo. Kami semua di sekolah menunggu….

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in SMKN 38 JAKARTA, Sosial Budaya and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s