Seragam Sadariyah

kusdiyonoTerhitung sejak bulan Januari 2013 melalui Pergub Nomor 209 tahun 2012 seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di DKI Jakarta wajib mengenakan seragam (baju) Betawi atau yang lebih populer dengan nama baju sadariyah (mirip baju kok0) untuk yang prianya dan kebaya encim untuk yang wanitanya. Tidak sedikit yang menyambut positif apa yang telah dilakukan oleh Gubernur Joko Widodo (Jokowi). Sebab masyarakat Jakarta akan lebih terbiasa dan mengenal budaya (baju) Betawi. Rencana ini akan dilanjutkan dalam waktu dekat pada seluruh siswa di sekolah negeri mulai dari SD sampai dengan SLTA. Ditambah dengan arsitek yang bernuansa Betawi bagi seluruh gedung pemerintahan dan sekolah. Bahkan rencana hotel yang di Jakarta juga akan diminta ada desain/nuansa Betawi. Salut untuk apa yang telah dilakukan oleh Bapak Jokowi untuk berusaha untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah (Betawi) pada masyarakat yang tinggal di Jakarta.

Konsekuensi dari kebiasaan mengenakan baju Betawi, maka ke depan di Jakarta baju Betawi menjadi milik seluruh lapisan masyarakt, etnis, golongan dan agama. Artinya suatu saat akan menjadi hal yang “lumrah” jika ada non muslim pergi beribadah mengenakan seragam Betawi atau bahkan sehari – hari mengenakannya, karena sudah terbiasa dan enak dipakai. Mirip dengan busana sehari-hari yang dipakai di mayoritas negara di Timur Tengah, baik muslim maupun bukan, busananya banyak kesamaan/kemiripan. Sehingga tidak akan ada yang protes atau pun demonstrasi lagi saat non muslim sedang beribadah dengan mengenakan busana sadariyah/encim karena sudah menjadi busana daerah/nasional, sehingga tidak ada lagi yang mengklaim bahwa busana sadariyah adalah identik dengan busana muslim…

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Sejarah, Sosial Budaya and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Seragam Sadariyah

  1. adreenegara says:

    budaya daerah yang harus terus dilestarikan agar tak tergerus jaman.. lanjutkaaaan pak.. 🙂

    dengerin musik biar asik download lagu terbaru disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s