ODONG – ODONG

odong2BISNIS odong-odang merupakan perpaduan antara kreatifitas di bidang otomotif dan usaha. Kegiatan ini lumayan menjanjikan. Ada odong-odong sepeda gowes tapi ada juga motor maupun mobil yang dimodifikasi total.

Tentu saja untuk odong-odong jenis sepeda gowes, modalnya lebih kecil. Untuk odong-odong jenis motor modifikasi mesin hampir tidak ada kecuali sistem pengegrak belakang yang diubah menjadi penggerak body yang ditempati penumpang. Demikian mobil, lebih banyak modifikasi di sisi bodynya. Secara umum fasilitas hiburan rakyat bawah ini tak jauh berbeda.

Untuk odong-odong sepeda lebih mengandalkan otot penggowesnya. Kapasitas angkutnya pun maksimal hanya empat sampai lima anak kecil. Ongkos per anak relaitif murah. Rata-rata Rp1000 per anak per lagu yang diputar. Penggowes sepeda akan bekerja memutar pedal sepedanya menggerakan miniatur mobil, motor, kereta, aneka binatang atau apapun yang dinaiki anak-anak. Saat satu lagu berhenti mengalun saat itulah penggowes odong-odong berhenti.

odong2-1Untuk odong-odong motor dan mobil secara operasioanl sama dengan berputar-putar pada jarak tertentu. Umumnya odong-odong ini beroperasi di sekitar perkampungan. rata-rata perjalanan berkisar 30 – 45 menit sekali jalan. Tidak hanya anak-anak, odong-odong motor dan mobil ini bisa dinaiki juga orang tua. Untuk anak-anak biasanya Rp2000 per orang atau Rp3000 untuk dewasa. Sekali angkut odong-odong motor yang sudah dimodifikasi bisa mengangkut antara 10-15 orang. Sedangkan mobil bisa mencapai 30 orang. Rata – rata keuntungan untuk odong-odong sepeda Rp.30.000 – Rp.50.000, Odong-odong motor Rp.150.000 – 250.000 per hari, untuk mobil tentu saja di atas keduanya…..

 

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Sosial Budaya and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s