Merawat Sepeda Motor (di Musim Hujan)

Berikut ini tips untuk merawat sepeda motor, terutama pada musim hujan (walo dah mau abis musim hujannya).

1.  1.   Mencuci Motor

Setelah dipake dan diguyur hujan , sebaiknya dicuci karena air hujan banyak mengandung asam. Selain itu biar motor juga kelihatan bersih dan keren

2. 2.   motorRantai Motor

Air hujan bersifat asam bisa memicu karat pada rantai sepeda motor, terlebih yang tidak menggunakan tutup. Rajin – rajinlah untuk mengecek dan melumasinya

3.   3. Kanvas Rem dan Piston

Kanvas rem terbuat dari bahan asbes. Bahan tersebut bila terkena air akan menggelembung dan mengeras pada saat kering. Akibatnya rem terasa keras pada saat pedal rem diinjak atau muncul suara mendecit atau suara keras lainnya.

4.   4. Ban

Periksa tekanan angin pada ban. Sebab jika kurang, maka permukaan telapak yang sering bersentuhan dengan aspal semakin besar dan resiko habis semakin cepat. Lebih bagus jika menggunakan gas “nitrogen”

5.   5. Knalpot.

Yang sering rusak/aus/karat, biasanya bagian dalam knalpot dan leher knalpot akan keropos bila banyak kotoran menempel dan jarang/tidak pernah dibersihkan.

6.   6. Busi

Setelah motor selesai digunakan, sebaiknya anda mencabut cop atau karet penutup busi kemudian tiup dan lap dengan air besih. Jika perlu lepas busi dan dibersihkan dengan amplas halus

7.  7.  Kotak saringan udara

Bila piranti ini basah karena air hujan masuk atau merembes ke dalamnya, maka udara akan bercampur embun

8.  8.  Rem depan / belakang

9.   9. Kabel Body

1110. Jari – jari Roda

DiDiolah dari Majalah EXPLORE Edisi Perdana, Januari 2013 hal 66 – 68

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Sosial Budaya and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s