Sejarah RT-RW (di Indonesia)

Tidak banyak yang tahu tentang sejarah RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga) yang ada di masyarakat Indonesia. Saya pun baru mengetahui hari ini melalui sebuah koran. Selama ini RT-RW banyak membantu dalam memberi pelayanan kepada warganya. Dalam sejarah Indonesia, data – data masa pendudukan militer Jepang tidak banyak yang tersisa. Namun, salah satu peninggalan militer Jepang yang masih terasa sampai saat ini adalah RT-RW. Berdasarkan buku sejarah Indonesia karya Sartono Kartodirdjo,pada tanggal 8 Januari 1944, pemerintah militer Jepang yang menduduki nusantara memperkenalkan sistem tata pemerintahan baru yang disebut “Tonarigumi”(Rukun Tetangga, RT) dan “Azzazyokai”(Rukun Kampung,RK/RW).

Ketika itu pembentukan sistem ini bertujuan merapatkan barisan diantara penduduk Indonesia. Sistem ini bermaksud mengetatkan pengendalian pemerintah militer Jepang terhadap penduduk. Tonarigumi terdiri dari 10-20 rumah tangga, beberapa Tonarigumi dikelompokkan ke dalam Ku (desa atau bagian kota). Inilah salah peninggalan militer Jepang terhadap bangsa Indonesia (walo masih ada yg lain, seperti penggunaan bahasa Indonesia dlm kehidupan sehari-hari)

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Kewarganegaraan, Pendidikan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s