UN dan Prakerin di Kurtilas

Kurikulum 2013 saat ini sudah diberlakukan di beberapa sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah sasaran dan sekolah yang melaksanakan secara mandiri. Di Jakarta semua SMA-SMK Negeri melaksanakan secara mandiri, diluar yang ditunjuk menjadi sekolah sasaran. Artinya pada tahun pelajaran 2014/2015 semua sudah memiliki kelas X dan XI. Khusus untuk SMK di Kurikulum 2013 menegaskan bahwa UN di kelas XI, lalu Prakerin di kls XII smtr 5. Saat ini pasti di semua SMK Negeri sudah banyak DU/DI yang menanyakan (meminta) peserta didik untuk Prakerin/PKL/PSG. Sesuai dengan Kur.2013, maka DU/DI akan diberikan jawaban, maaf tahun ini kami tidak mengirimkan siswa kami untuk prakerin terlebih dahulu, karena mereka akan menghadapi Ujian Nasional. Yang menjadi permasalahan adalah :

* Apakah pemerintah (Kemendikbud) sudah mempersiapkan dengan matang untuk pelaksaan UN pada tahun 2015 yang akan datang dengan 2 (dua) Ujian Nasional ? Yaitu kelas XII  yang masih menerapkan kurikulum 2006 dan kelas XI (kur.13). Persiapan yang pasti adalah :

1. Anggaran pelaksanaan yang pasti 2 kali lipat

2. Materi yang akan di UN-kan , karena kedalaman materi antara kelas XI dan XII jelas berbeda

3. Waktu pelaksanaan UN, apakah akan serempak/berbarengan ataukah tersendiri, alias dua kali mengadakan UN

4. Jika serempak, maka sekolah harus menyiapkan Ruang Ujian, dan Pengawas dua kali lipat (ini tentu tidak mudah)

5. Bentuk soal, lalu penyusun soal

6. POS untuk kedua UN tersebut

7. DLL (politik anggaran di DPR, dll)

Karena pertanyaan2 tersebut, maka kemudian muncul wacana lisan (karena hitam atas putih belum ada) khusus untuk SMK, UN tetap di kelas XII (tidak tahun 2015). Prakerin tetap di kelas XI, begitu wacana yang muncul. Namun wacana ini juga tidak mudah pelaksanaannya. Kenapa, alasannya adalah sbb :

1. Di beberapa kompetensi kejuruan, materi yang diterima kelas X  saat ini belum menunjang mereka untuk Prakerin di kelas XI nanti. Artinya kalau tetap dipaksakan maka dikhawatirkan justru malah hasilnya tidak maksimal, karena mereka secara materi teori dan praktek belum matang.

2. Kalau mereka UN tidak tahun 2015, tapi pada saat kelas XII, yaitu pada tahun 2016, itu artinya pada tahun 2016 juga akan ada 2 (dua) UN, yakni kelas XII dan kelas XI, yang sama-sama menerapkan Kur.13. Akibatnya pertanyaan2 seperti  di atas akan timbul kembali.

3. Apakah yang akan menjadi dasar hukum untuk penundaan pelaksanaan UN dan memajukan Prakerin untuk tahun pelajaran 2014/2015. Permendikbud ?Revisi Permendikbud ?Keputusan Direktur SMK ? Atau yang lain..Lalu apakah nanti tidak akan menabrak Permen-permen yang lain ?

4. Apakah semua guru, siswa, dan masyarakat sudah mengetahui tentang ini semua ? Sehingga nanti tidak muncul gugatan kembali ke Mahkamah Konstitusi (terutama tentang UN).

Tahun 2014/2015 semua Sekolah (termasuk SMK) wajib menerapkan Kurikulum 2013 baik itu kelas X ataupun XI. Bagaimana dengan mereka yang tahun ini (2013/2014) kelas X-nya masih menerapkan Kur.2006, lalu saat naik ke kelas XI harus menerapakn Kur.2013. Pertanyaan yang ada adalah :

1. Bagaimana dengan raport/LHBS mereka, serta sistem penilaian yang berbeda ?

2. Bagaimana dengan materi pelajaran yang tidak mereka dapatkan di kelas X, sementara itu hanya ada di tahun lalu (kelas X)

3. Bagaimana dengan UN/Prakerin mereka ?

4. Dll

Kepada Bapak/Ibu sesama guru atau pun pejabat yang berwenang dengan Kurikulum 2013, terutama untuk SMK, mohon kiranya berkenan untuk memberikan pencerahan terhadap saya agar semua pertanyaan – pertanyaan tadi bisa terjawab dengan gamblang dan jelas…

Advertisements

About Kusdiyono

Pada awalnya saya mengajar dan mengabdi pada SMK Negeri 38 Jakarta. Mata pelajaran yang saya ampu adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan KKPI. Seiring perjalanan waktu, pengabdian saya membuahkan hasil, yakni dengan diangkatnya saya menjadi CPNS dan PNS. Selama di SMK Negeri 38 berbagai tugas tambahan diamanahkan pada saya, antara lain sebagai Kepala Lab Komputer, Kepala Perpustakaan, Pembina OSIS, Waka Kurikulum dan terakhir Waka Kesiswaan, Berbagai macam tugas tambahan tersebut tentu saja tidak diemban secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Namun secara rotasi alias bergantian dengan sobat - sobat guru yang lain di 38. Waktu terus berjalan, deru perubahan dunia pendidikan juga demikian, tak terkecuali di SMK Negeri 38 Jakarta. Sayapun merotasi/memutasi diri ke Sekolah baru, tempat baru, yakni SMK Negeri 16 Jakarta, sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini. Tidak berbeda dengan di 38, di SMK Negeri 16 saat ini saya diberikan tugas tambahan kembali sebagai Kepala Perpustakaan. Menikmati hidup, tidak "ngoyo", dan berusaha tidak menyakiti siapapun, sebab 1000 teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu dan amat banyak....
This entry was posted in Pendidikan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s