Menggunakan Hak Politik…

pemiluSegenap warga negara hendaknya menggunakan hak politik secara bertanggungjawab disertai pertimbangan matang bahwa yang dipilih yang benar-benar dapat membawa kemajuan bagi bangsa dan negara. Penggunaan hak politik merupakan wujud tanggung jawab berdemokrasi untuk perbaikan, penyempurnaan, dan kelangsungan kehidupan bangsa. Sebagai perimbangan bahwa partisipasi rakyat yang positif harus disertai dengan komitmen total dari Capres-cawapres serta segenap elit politik dalam merespon, menampung, dan memperjuangkan aspirasi rakyat dengan sungguh-sungguh, sehingga tidak membuahkan kekecewaan dan apatisme politik di kemudian hari. Perlu diingat bahwa jabatan kekuasaan adalah amanah yang harus dijalankan dan dipertanggungjawabkan selain pada rakyat, juga padat Tuhan YME.
Dalam konteks hak politik dalam pemilu, ada 2 sudut pandang yang berlaku. Ada yang sangat getol menuntut haknya agar bisa berpartisipasi dalam pemilu, namun ada juga yang kurang/tidak peduli dalam partisipasinya di pemilu.
Untuk sudut pandang pertama tidak ada masalah. Sudut pandang kedua ini mengandung banyak masalah. Dia tidak sadar pentingnya hak partisipasi dalam pemilu atau tidak tahu, atau tidak mau tahu lagi. Orang-orang dengan masalah seperti itu “biasanya” ketika menggunakan hak politiknya kurang/tidak bijaksana. Pertimbangan yang melandasi pilihan kurang kuat dan tepat, bahkan sering kali hanya ikut-ikutan, terutama ikut siapa yang memberikan “keuntungan”. hal ini ternyata masih lebih baik daripada tidak menggunakan hak pilihnya aias golput.
Sikap tidak mau tahu lagi terhadap hak politiknya, biasanya merupakan akibat dari kekecewaan rakyat ketika mereka berpartisipasi dalam ranah politik. Kekecewaan ini menyebabkan apatisme rakyat terhadap politik. Mereka berpikir, berpartisipasi atau tidak, toh keadaan bangsa tidak berubah ke arah yang lebih baik. Untuk mengurangi apatisme rakyat terhadap politik , khususnya Pemilu perlu upaya penyadaran politik kepada rakyat, dan bagi pemimpin bangsa hendaknya tidak berperilaku yang mengecewakan rakyat.

Garuda Pancasila

Garuda Pancasila – Lambang Republik Indonesia

Dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak yang kemudian di sempurnakan oleh Presiden Soekarno. Pancasila sendiri merupakan Ideologi dan dasar negara Republik Indonesia. Kata Pancasila berasal dari dua buah kata dari bahasa sansekerta yaitu Panca berarti lima dan Sila yang berarti dasar.

Makna Lambang Garuda Pancasila
Perisai di dada burung Garuda

Melambangkan pertahan bangsa Indonesia
Warna merah dan putih pada perisai

Warna merah dan putih melambangkan bendera Indonesia
Garis hitam diagonal pada perisai

Artinya wilayah kedaulatan Republik Indonesia dilalui garis khatulis tiwa
Lambang Pada Perisai

Merupakan sebuah interpretasi dan lambang dari isi Pancasila

Bintang : Ketuhanan Yang Maha Esa

Rantai : Kemanusiaan Yang adil Dan Beradab

Pohon Beringin : Persatuan Indonesia

Kepala Banteng : Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Permusyawaratan Perwakilan

Padi dan Kapas : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Jumlah bulu pada burung Garuda

17 – helai bulu pada masing masing sayap, melambangkan tanggal 17

8 – helai bulu pada ekor artinya melambangkan bulan 8 atau agustus

45 – helai bulu pada leher burung garuda melambangkan tahun kemerdekaan yaitu tahun 1945
Bhineka Tunggal Ika

Artinya adalah : Berbeda beda tetapi satu jua

Melambangkan dan menegaskan bahwa meski memiliki keberagaman suku bangsa adat budaya dan agama tetapi dengan persatuan dan kesatuan dapat mewujudkan negara Republik Indonesia

Kelulusan 2009…

”Kelulusan atau kegagalan bukan akhir dari perjalanan hidup untuk yang lulus, kamu harus berjuang untuk rebut pasar kerja, ini tak mudah karena kamu hidup di alam yang sarat krisis, jangan ragu untuk melamar kerja, jangan down jika gagal wawancara, bersiaplah terima pekerjaan yang sering tak sesuai dengan pendidikan dan minatmu

Untuk yang belum lulus, ada banyak contoh kakak kelasmu yang belum lulus, melamar kerja dan diterima dengan penghasilan yang OK, lalu ikut ujian paket C atau ujian lagi tahun depan masih ada kesempatan untukmu.”

Saya hanya bisa berdoa bagi yang belum berhasil, mudah-mudahan diberikan kekuatan, kesabaran dalam menghadapi cobaan yang diberikan Tuhan. Semua kita kembalikan pada Tuhan, bahwa semua sudah diatur oleh-Nya. Kita hanya bisa berusaha, tapi Tuhan yang menentukan. Dan “selamat” bagi yang telah berhasil dan berikan motivasi, dukungan dan doa bagi teman-teman yang belum berhasil….

Bagi yang nomornya tidak ada yakinlah bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.

Berikut nomor ujian siswa yang LULUS.

01.063.001 01.063.042 01.063.084

01.063.002 01.063.043 01.063.085

01.063.003 01.063.044 01.063.086

01.063.004 01.063.045 01.063.087

01.063.005 01.063.046 01.063.088

01.063.006 01.063.048 01.063.089

01.063.007 01.063.049 01.063.090

01.063.008 01.063.050 01.063.091

01.063.009 01.063.051 01.063.092

01.063.010 01.063.052 01.063.093

01.063.011 01.063.053 01.063.094

01.063.012 01.063.054 01.063.095

01.063.013 01.063.055 01.063.096

01.063.014 01.063.056 01.063.097

01.063.015 01.063.057 01.063.098

01.063.016 01.063.058 01.063.100

01.063.017 01.063.059 01.063.101

01.063.018 01.063.060 01.063.102

01.063.019 01.063.061 01.063.103

01.063.020 01.063.062 01.063.104

01.063.021 01.063.063 01.063.105

01.063.022 01.063.064 01.063.106

01.063.023 01.063.065 01.063.107

01.063.024 01.063.066

01.063.025 01.063.067

01.063.026 01.063.068

01.063.027 01.063.069

01.063.028 01.063.070

01.063.029 01.063.071

01.063.030 01.063.072

01.063.031 01.063.073

01.063.032 01.063.074

01.063.033 01.063.075

01.063.034 01.063.076

01.063.035 01.063.077

01.063.036 01.063.078

01.063.037 01.063.079

01.063.038 01.063.080

01.063.039 01.063.081

01.063.040 01.063.082

01.063.041 01.063.083

SuRAt daRi AlumNi

Dear Pak Kus,

Apa kabar pak, pasti baik-baik aja kan? apa kabar juga guru-guru yag lain, saya doakan semoga semua sehat. setelah saya lihat beberapa foto-foto di Blog SMKN38 saya jadi pengen ke sana. sekarang sekolahnya jadi lebih bagus dari sewaktu saya belajar disana.

Sedikit sharing aja sama guru-guru Tata Busana, bulan Juli tahun 2008 lalu saya mendapatkan kesempatan dari tempat saya bekerja untuk cuti dan belajar kembali di IGTC (International Garment Training Center) sentul, Bogor. saya disana bertemu dengan beberapa alumni Tata Busana SMKN 38 angkatan 2008. Tapi koq semua alumni ambil program PMF (Pattern Making & Finishing), sedangkan saya ambil program MMQ (Marketing Merchandising & Quality Assurance). Sewaktu saya tanya mereka, kenapa gak pilih MMQ? jawaban mereka semua sama, gak bisa bahasa inggris. Memang persyaratan utama untuk masuk program MMQ itu bisa berbahasa inggris, tentunya jenjang karier yang akan didapat lebih baik & income yang dihasilkan juga lebih besar.

Pengalaman saya di IGTC sangat menyenangkan, dan pekerjaan saya sebagai seorang MD(Merchandiser) juga penuh tantangan dan cukup bikin pusing kepala. saya ingin anak SMKN 38 yang masuk ke IGTC memilih program MMQ, jangan cuma PMF saja. di MMQ akan belajar tentang cara menghandle order, Industrial Enginering, Textile Technology, Export document dan pelajaran lain yang bisa menambah wawasan kita. Jadi anak Tata busana tidak hanya tahu membuat pola & menjahit baju 1pc, tapi juga menangani order export yang jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu pcs.

Saya cuma ingin anak-anak lain merasaka derita yang saya alami….
Lho…koq. maksud saya
Saya ingin berbagi kebahagiaan sama mereka, agar mereka juga bisa menjadi seorang MD yang sukses.
Anak busana gak cuma bisa jadi tukang jahit atau tukang pola saja. tapi mereka juga bisa duduk didepan komputer, dalam ruangan ber AC, berkomunikasi dengan Buyer Export & siapa tau mereka bisa bertemu buyernya langsung di luar negeri. Rata-rata senior MD itu ke luar negeri-nya pake duit perusahaan, jadi gak perlu ngeluarin duit. yah,,, siapa tau nanti giliran saya atau anak-anak lain-nya.

Semoga berhasil.

Regards,
Septi

Seruan Minta Tolong

Suatu ketika hiduplah di sebuah pulau terpencil berbagai perasaan manusia, KEBAHAGIAAN, KESEDIHAN dan perasaan-perasaan lain, termasuk CINTA.Pada suatu hari terdengar pengumuman bahwa pulau tempat mereka tinggal itu akan tenggelam. Karena itu sebaiknya mereka cepat-cepat menyediakan perahu untuk segera meninggalkan pulau.
minta-tolong
Ketika perasaan-perasaan lain sibuk menyelamatkan diri, CINTA memilih berdiam di pulau itu. Ia terlanjur sayang pada pulau tersebut. CINTA bertekad untuk mempertahankan hidupnya di pulau itu, sampai pulau itu tenggelam. Sanggupkah CINTA bertahan ? Ketika pulau itu hampir tenggelam seluruhnya, CINTA memutuskan untuk keluar mencari dan meminta bantuan.
Tiba-tiba KEKAYAAN melintas di hadapan CINTA, menumpang sebuah kapal besar. Melihat itu CINTA berteriak,”Hei, KEKAYAAN, maukah engkau menolong saya dan membiarkan saya menumpang di kapalmu ?” Mendengar seruan itu, KEKAYAAN menjawab, “Sori, tidak ada tempat bagimu. Kapalku sudah penuh dengan emas dan perak !”
Tidak lama kemudian lewat KESOMBONGAN pun lewat. CINTA juga meminta tolong kepada KESOMBONGAN, katanya,”KESOMBONGAN, tolong bantu aku.” KESOMBONGAN menjawab. “Aku tidak bisa membantumu, CINTA. Kamu dalam keadaan basah dan mungkin saja akan mengotori perahuku,” jawa KESOMBONGAN.
KESEDIHAN juga lewat di depan CINTA. Begitu melihat KESEDIHAN lewat, CINTA berteriak,”KESEDIHAN, izinkan aku pergi bersamamu.” Tapi KESEDIHAN menjawab, “Oh CINTA, saya selalu bersedih, karena itu saya lebih suka menyendiri !”
KEBAHAGIAAN pun sedang berlayar melewati CINTA, tetapi karena begitu berbahagia hatinya, dia bahkan tidak mendengar seruan minta tolong dari mulut CINTA.
Tiba-tiba terdengar suara dari orang yang sudah tua, “Kemarilah CINTA, kemarilah. Aku akan menyelamatkanmu!” CINTA merasa sangat beruntung dan saking gembiranya sehingga ia lupa menanyakan nama orang yang bersuara tersebut.
Ketika mereka tiba di daratan, orang tua itu beranjak meninggalkan CINTA seorang diri. Menyadari betapa ia berhutang budi pada orang tua itu, CINTA meminta orang tua lainnya bernama PENGETAHUAN untuk membantu dia. CINTA pun bertanya kepada PENGETAHUAN, “Beritahu aku, siapa yang tadi menolongku ?”
“Yang tadi menolongmu itu namanya WAKTU,” jawab PENGETAHUAN.
“WAKTU?” tanya CINTA. Mengapa WAKTU mau membantuku ?”
Sambil tersenyum. PENGETAHUAN menjawab, “Karena hanya WAKTU yang bisa memahami betapa besarnya CINTA.”
(Warta IKAPI Jakarta, edisi April-Juni 2009, hal.11)

Ekonomi Kerakyatan ???

Oleh :Iman Sugema

Ada satu hal yang menarik dari dialog Kadin dengan para calon presiden (capres). Dalam dialog tersebut, ketiga capres, yakni Jusuf Kalla (JK), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Megawati Soekarnoputri dengan caranya masing-masing, berusaha menegaskan kepada publik bahwa mereka memiliki komitmen mengedepankan kebijakan ekonomi kerakyatan. Ini menunjukan bahwa istilah ekonomi kerakyatan telah menjadi sebuah komoditas politik yang sangat laku dijual. Persoalannya tentu adalah siapa dari para capres tersebut yang secara tulus akan betul-betul menjalankannya ketika terpilih nanti.Jangan sampai rakyat tertipu memilih musang berbulu domba. Neolib, tapi ngaku pro rakyat. Selain itu, ada satu perkembangan di bawah permukaan yang bagi saya agak mengkhawatirkan. Ada sekelompok ekonom neoliberal yang mulai rajin melakukan delegitimasi terhadap ekonomi kerakyatan. Mereka bilang bahwa ekonomi kerakyatan tidak memiliki basis akademis atau keilmuan dan hanya merupakan romantisme sejarah peninggalan Soekarno-Hatta. Mereka juga percaya bahwa ekonomi kerakyatan hanyalah jargon populis yang akan berujung pada kegagalan, seperti yang pernah terjadi pada program Kredit Usaha Tani (KUT). Mereka juga mulai menakut-nakuti para politikus bahwa kalau kebijakan ekonomi tersebut dijalankan, akan menyebabkan para pemilik modal asing lari dari Indonesia. Seolah keberpihakan terhadap rakyat jelata merupakan momok yang menakutkan bagi pemilik modal besar. Terhadap isu yang terakhir ini, saya memiliki empat jawaban.Pertama, siapa sebetulnya yang pada akhirnya akan menikmati tumbuh kembangnya perekonomian rakyat? Jelas adalah pengusaha dan pemerintah. Bila perekonomian rakyat berkembang dengan baik, kelompok yang tadinya miskin menjadi tidak miskin dan memiliki daya beli yang lebih baik. Yang tadinya tidak mampu membeli pakaian yang bagus, kelak menjadi bisa membeli baju bagus. Barang elektronik, peralatan rumah tangga, dan motor yang tadinya tidak terbeli menjadi terbeli. Semua itu jelas diproduksi oleh perusahaan besar. Pemerintah juga diuntungkan karena tadinya ada kelompok yang harus disubsidi terus-terusan, kelak bisa bayar pajak. Pengembangan ekonomi kerakyatan adalah win-win solution , tak ada satu pun pihak yang dirugikan. Kedua, perusahaan besar bisa berkembang secara bersamaan dengan perusahaan mikro dan kecil. Hal ini sudah banyak contohnya, seperti pola perkebunan inti rakyat (PIR) atau tambak inti rakyat (TIR). Bahkan, secara sadar atau tidak, pemakai tepung terigu terbesar yang diproduksi oleh PT Bogasari adalah tukang martabak, tukang bakso, dan perajin kue dan roti. Ujung tombak pemasaran produk-produk dari perusahaan besar yang memproduksi biskuit, permen, cokelat, odol, sabun mandi, dan aneka kebutuhan sehari-hari lainnya adalah warung-warung kecil di gang sempit, di tengah-tengah perumahan rakyat. Mempertentangkan usaha besar dengan kecil adalah sangat usang. Bahkan, Profesor Prahalad dari University of Michigan telah menerbitkan buku berjudul The Fortune at the Bottom of the Pyramid: Eradicating Poverty Through Profits . Buku ini mengulas bagaimana perusahaan-perusahaan besar telah sukses bermitra dengan kelompok miskin. Walaupun demikian, buku ini banyak dikritik karena terlalu liberal sehingga terkesan bahwa pemberdayaan ekonomi rakyat tidak memerlukan campur tangan pemerintah sama sekali. Dalam konteks Indonesia, sering kali kerja sama antara usaha kecil dan besar harus digagas dan dikawal oleh pemerintah karena tingkat kesadaran para kapitalis terhadap hal ini terkadang sangat lemah. Ketiga, stabilitas sosial politik menjadi bagian terpenting dari risiko investasi. Semakin stabil, semakin rendah risiko. Pemerataan pendapatan dan kesempatan berusaha merupakan salah satu pilar yang bisa menjamin terjadinya stabilitas sosial. Karena, itu adalah kepentingan investor besar untuk bisa melihat tumbuh kembangnya usaha rakyat. Keempat, kebijakan liberalisasi ugal-ugalan pada gilirannya menciptakan kemiskinan dan ketergantungan yang akut. Pengalaman di Meksiko menunjukkan bahwa setahun setelah diberlakukannya NAFTA, sebanyak 20 ribu lebih usaha kecil menengah (UKM) di negara tersebut gulung tikar karena terlibas oleh liberalisasi. Akibat menyempitnya lapangan pekerjaan, upah menurun sampai 40 persen. Pada akhirnya, negara harus menyediakan santunan sosial berupa cash transfer yang di sini populer dengan bantuan langsung tunai (BLT).Karena keuangan negara semakin terbatas, pemerintah harus lebih banyak menggantungkan diri pada utang luar negeri. Ada saatnya nanti di mana kenaikan pajak menjadi tidak terhindarkan untuk menyelamatkan keuangan negara dari kebangkrutan. Akhirnya, para pemodal harus ikut memikul beban. Negara, rakyat, dan dunia usaha menjadi semakin lemah.Intinya, kita memerlukan sebuah kebijakan ekonomi yang sangat berpihak kepada pengusaha mikro dan kecil. Sebuah kebijakan ekonomi yang inklusif, tidak hanya mementingkan pemodal besar dan pelaku asing.Semoga saja ekonomi kerakyatan tidak hanya menjadi dagangan politik.

Sumber : Republika, Senin 25 Mei 2009

Awas,Laki-laki tak bersunat beresiko kanker penis

JAKARTA, KOMPAS.com — Sunat dikatakan dapat membantu mengurangi risiko seperti penyakit menular seksual. Namun ternyata tak hanya itu. Sunat juga mengurangi risiko terkena kanker penis. Dengan kata lain, para pria yang tidak sunat berisiko terkena kanker penis.

Demikian diungkap Urolog Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais Jakarta Dr Rachmat B Santoso saat dihubungi melalui telepon, Jumat (15/5). “Penyebabnya adalah infeksi kronis pada orang yang tidak cirkumsisi (sunat),” kata Rachmat. Laki-laki yang juga berisiko adalah mereka yang pernah menderita herpes genitalis.

Persoalan utamanya adalah tidak higienisnya alat kelamin laki-laki karena kepalanya tidak terbuka. Kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis tidak terjamin kalau tidak sunat.

Gejala yang dijumpai pada orang yang kena kanker penis adalah adanya luka pada penis, luka terbuka pada penis, dan merasa nyeri pada penis bahkan terjadi pendarahan dari penis. Biasanya ini terjadi pada stadium lanjut. Ciri lain adalah tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil pada penis.  

Pengobatan kanker penis bervariasi, tergantung kepada lokasi dan beratnya tumor. Cara pertama adalah penektomi atau pemotongan, bisa sebagian bisa juga total. Rachmat mengilustrasikan, jika panjang penis 10 sentimeter dan yang terkena kanker hanya ujung penisnya maka yang panjang penis yang dipotong 2-3 sentimeter. “Tapi, jika yang kena kanker tiga perempat panjang penis, apa boleh buat penisnya harus dipotong habis,” katanya. Cara yang lain bisa berupa kemoterapi dan terapi penyinaran.

Rachmat mengingatkan, penyakit ini tidak boleh dianggap remeh oleh para lelaki. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, kanker penis banyak menyerang usia produktif, 30 tahun sampai 50 tahun.

Meski tidak banyak menyerang pria, dalam setahun hanya ada 2-3 orang yang datang ke RS Dharmais, Anda, para pria harus hati-hati. “Tidak signifikan memang, tetapi sangat mengganggu integritas karena menyangkut kelaki-lakian seseorang,” pungkasnya.

Dikutip:dari Yahoo Indonesia, seperti dituliskan di Kompas.com

Buto Cakil Cari Wapres

oleh:Djoko Suud Sukahar

- Ini perang kembang. Perang abal-abal. Perang Buto Cakil melawan Arjuna. Siapa saja tahu pemenangnya. Pakem dalang bilang begitu. Maka di tengah menyambut kekalahan itu, partai politik yang sadar perannya sebagai Cakil sedang meracik formula bagaimana kalah tidak malu dan tetap punya posisi tawar. Makanya sulitnya amit-amit mencari calon wakil presiden.

images1Kalau kita nonton televisi, memang terus terdengar geger kepati-pati. Partai politik itu ribut negosiasi. Sama-sama janjian untuk saling ketemu, tapi juga sama-sama janjian untuk saling ingkar janji. Kenapa ketemu untuk diingkari saja kok pakai janjian? Itu karena sama-sama tahu, para calon presiden yang diusung itu sama-sama sedang mencari tumbal. Tumbal bagi kekalahannya.

Lihat saja bagaimana Prabowo Subianto batal janjian dengan Mbak Mega. Lihat pula lucunya Jusuf Kalla (JK) menggandeng Wiranto. Dan simak juga apelnya Sultan ke Kebagusan yang tiba-tiba hilang dari peredaran. Kenapa dinamisasi itu berakhir deadlock?

Jawabnya hanya satu, karena mereka memang pegang skenario yang sama. Mereka sama-sama yakin kalah. Dan untuk itu sama-sama pula sedang menjalankan strategi agar kelihatan elegan saat kalah. Untuk itu jangan banyak berharap Mega, Sultan, Prabowo, Jusuf Kalla akan mau mengalah. Soalnya yang mengalah itu merasa akan jadi tokoh yang kalah. Tokoh malu-maluin, karena rencananya memang difungsikan untuk penutup rasa malu.

Rapimnasus Partai Golkar adalah salah satu detektor soal itu. Partai ini memilih malu-maluin ketimbang malu. JK diusung sebagai calon presiden. Partai ini menutup hati dan pikiran terhadap berbagai survei. Menutup arus bawah, DPD-DPD, dan pakai kacamata kuda yang bisa nabrak tanpa rasa bersalah. Itu artinya JK belum mengambil pelajaran dari yang sudah-sudah. Istilah saya ‘tragedi matahari kembar’ mungkin kembali bakal menimpa partai ini.

Partai sekuat dan sehebat Golkar menjadi partai tidak kuat dan tidak hebat tidak bisa disebut karena nasib. Ini hasil dari sebuah proses. Cakramanggilingan yang ngunduh wohing pakarti. Kesalahan sikap yang berbuah kehancuran. Adakah keterpurukan itu yang akan diulang?

Dalam serat kuno Tantu Panggelaran disebut, bahwa politik itu adalah cara. Cara mengambil kekuasaan dengan pola pseudo dan indah. Dicontohkan bagaimana perebutan tahta dewa saja bisa dipolitisasi dengan begitu indah, apalagi jagad manusia. Pertama Siwa naik status dan diganti sebagai Batara Guru. Proses berikutnya masuk seluruh dewa sebagai anak Batara Guru.

Ketika Batara Guru terlalu dominan dan adigang-adigung, maka diciptakan tokoh proletar bernama Semar. Sosok berjambul dan berperut buncit itu bisa mengalahkan segalanya. Jangan lagi cuma raja. Dewa pun tidak bernyali kalau lagi ‘kekuasaannya’ dioperasionalkan. Padahal dalam mitos kejadian, Semar itu saudara Batara Guru, selain Togog.

Setelah figur berhasil dicetak, maka bendera kuasa perlu dibuat. Mahameru yang mistis dipindahkan ke Tanah Jawa. Saat pemindahan perlu diecer-ecer. Itu agar sinkron dengan lokal area. Masuklah Gunung Lawu, Gunung Kelud, Gunung Arjuna, dan Gunung Semeru. Gunung terakhir ini yang sering dijadikan pandom bagi para spiritualis untuk memprediksi situasi politik negeri ini.

Sekarang siapa tokoh yang mampu ditampilkan menyerupai itu? Dan kalau omong soal sang saka, partai manakah yang benderanya bisa dipancang dan berkibar dengan megah? Itu tengaranya.

Memang ini agak nglenik. Tapi adakah kita masih terlalu bergantung pada logika yang tidak mampu mengantisipasi AIDS, demam berdarah, flu burung, flu babi, pilek binatang-binatang lain yang bakal bermunculan di kemudian hari? Ya, kita memang sering mati rasa karena terlalu mengandalkan logika. (Sumber : Detik.com)

Pileg (Pemilu legislatif) yg melelahkan…

imagesPemilu di Indonesia sudah dilaksanakan sebanyak 10 kali. Dimulai pemilu pertama tahun 1955, lalu 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004 dan 2009. Pemilu 1992 untuk pertama kalinya aku menyalurkan hak politikku. Pemilu 1997, aku memilih untuk tidak menggunakan hakku alias golput. Namun pada pemilu 1999, 2004 dan 2009 (plus Pilkada Gubernur) aku mulai dilibatkan dalam KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). Dari 4 Pemilu (termasuk Pilkada), tahun ini yang paling melelahkan, paling memusingkan dan paling unik. Melelahkan karena jam 06.00 KPPS dan kumpul dan baru selesai menghitung suara jam 22.00 alias jam 10 malam, setelah itu kami harus menyelesaikan semua berita acara sampai jam 24.00, lalu sampai PPK (Kecamatan) untuk menghantarkan kembali kotak suara jam 01.00 dinihari. Di PPK Jatinegara suasana seperti pasar malam, hanya tidak ada yg jualan, yg ada hanyalah polisi, pamsung dan panitia (KPPS, PPS dan PPK). Antrian mobil yang akan mengantarkan kotak suara, membuat macet jalan Panti Asuhan di Cipinang Cempedak. Semua sibuk dengan tanggung jawab masing-masing. Akhirnya jam 02.00 baru selesai menyetorkan kotak suara. Pemilu dan pilkada sebelumnya gak pernah seperti ini. Memusingkan, dari mulai DPT bermasalah, kertas suara yang sempat tertukar, kertas suara yg 2 lmebar (DPRD), penghitungan suara dan penyusunan berita acara. Semua berbeda dengan tahun 1999, 2004 dan Pilkada. KPU tahun ini paling berantakan kinerjanya menurut saya selaku KPPS. Unik, karena baru tahun ini saksi dari parpol ikut terlibat dalam perhitungan suara (alias jadi KPPS), mulai dari menghitung jumlah suara, melipat, merapikan, dsb. Pemilu sebelumnya belum pernah terjadi, saksi hanya duduk manis, melihat dan menegur jika ada proses yg keliru. Thank’s berat utk para saksi dari Golkar, PDI-P, PKS dan Demokrat. Semoga amal anda semua dapat diterima Allah SWT. Akhirnya proses terakhir adalah membongkar dan merapikan kembali tenda yang telah digunakan untuk pemungutan suara (Jumat malam baru kami lakukan). Semoga Pilpres di bulan Juli berjalan lancar, DPT tak bermasalah lagi, kertas suara tak tertukar lagi dan semoga semua pihak dapat menerima dengan lapang hasil akhir dari KPU nanti tanggal 9 Mei 2009….(capek kalo harus mengulang..)

Lowongan

Resepsionis
Kualifikasi :
1. Female, age between 20 – 25 years old
2. Height min 165 cm
3. Minimum diploma graduate
4. Have excellent proficiency in English
5. Good interpersonal
6. Good looking
7. The applicants must be self-motivated and highly customer service orientation
8. Relevant qualifications and previous experience in the same field is preferable minimum 2 years
Kirim cv ke : hrd@pt-wcs.com

Pelatihan Basic F & B Service
Tempat         : SS Restaurant Trainig Center
                           Jl. Panjang No.9 Lt.2, Gedung Toyo Tires, Arteri-Kedoya
                           Jakarta Barat. Telepon 021-5830 1295
Hari, waktu : Senin – Jumat, jam 09.00 – 12.00
Pelatihan tidak dipungut biaya dan setelah selesai disalurkan bekerja di restoran atau kafe. Jika ada pertanyaan hub ungi langsung Bapak Susanto Sukarto #0811143787

Secontreng Cinta…

Menemani buah hati…

nabilaHari Sabtu, 7 Maret 2009 menemani buah hati Porseni Raudhatul Adfal se Jakarta Timur di TMII. Nabila, najib, ibunya dan yang nemenin nabila di rumah juga ikut serta. Sungguh sangat ramai dan meriah sekali acara Porseni, 12 cabang diperlombakan. Selesai nabila mengikuti lombanya, kuajak mereka keliling dan menikmati suasana dan keramaian TMII dan ketemu dengan Tasya Kamila. Sungguh hari yang menyenangkan buat kami semua. Terima kasih ya Rabb, atas nikmat kebahagiaan yang Engkau anugerahkan…Subhanallah

perpusHari Minggu, 8 Maret 2009 mengantarkan  “pengasuh” nabila ke tempat saudaranya di Jatibunder tanah abang, ngobrol dengan saudara2nya, lalu mampir ke skul untuk melihat kegiatan para alumni yang sedang musyawarah. Selepas dhuhur kuajak nabila ke perpustakaan nasional yang di Jl.Medan Merdeka. Di sini dia menikmati koleksi buku dan mainan yang ada, sedangkan aku menikmati koleksi buku dan internet yang disediakan (tidak lupa pinjam buat dibaca di rumah). Sungguh sayang perpustakaan yang nyaman, Sabtu-Minggu buka, masih sedikit masyarakat yang memanfaatkan. Padahal koleksinya bisa dipinjam dan dibawa pulang, kalau yang di Salemba hanya baca di tempat.

Sebelum pulang mampir dulu ke Monas untuk menikmati mobil kereta yang disediakan. Lalu menikmati suasana cawan Monas yang cukup ramai. Sayang untuk sampai ke puncak butuh waktu 2-3 jam antrian (terpaksa batal. Lain kali aja ya…nabila). Terima kasih ya Allah atas nikmat yang Engaku berikan pada hari ini…

nabila1Hari Senin, 9 Maret 2009 mengantarkan istri untuk belanja keperluan siswanya uji kompetensi. Tak lupa nabila ikut serta. Pasar demi pasar kami singgahi untuk mencari bahan ujian praktik siswa. Mulai dari pasar Ciplak, pasar Jatinegara, pasar Kramatjati dan terakhir Supermarket besar di daerah Cawang. Alhamdulillah semua bahan didapatkan. Selepas dhuhur kami pulang untuk istirahat, karena cuaca sangat terik. Ba’da Ashar hujan turun dengan lebatnya di Jakarta, padahal masih ada yang harus dibeli, yaitu….bunga. Akhirnya seusai menunaikan ibadah shalat Maghrib, kutemani istriku ke pasar Cikini untuk mencari rangkaian bunga guna keperluan praktik. Sambil menunggu istriku mencari bunga yang ia cari, kunikmati semangkuk mie rebus dan segelas kopi susu panas di warung. Hujan belum berhenti…Subhanallah rasanya nikmat sekali menyantap hidangan yang disajikan oleh abah tukang warung, ditengah rintikan hujan. Akhirnya istriku mendapatkan semua yang dicari, lalu kuantarkan ke sekolah untuk menaruh semua yang ia beli. Setelah itu kami pulang…waktu menunjuk 21.00 saat kami sampai di rumah, kembali bertemu dengan kedua buah hati yang telah tertidur dengan lelapnya….

(Sedikit) ttg PTK

Saat ini untuk meningkatkan kenaikan golongan guru wajib membuat penelitian sederhana, khususnya dalam kualitas pembelajaran. Pada dasarnya ada beragan penelitian yang dapat dilakukan mulai penelitian deskriptif, penelitian eksperimen dan penelitian tindakan. Dari namanya dapat ditebak bahwa penelitian tindakan terdapat kata tindakan, artinya dalam hal ini guru melakukan sesuatu. Arah dan tujuan penelitian tindakan yang dilakukan guru sudah jelas, yaitu demi kepentingan peserta didik dalam memperoleh hasil belajar yang memuaskan, jadi bukan untuk kepentingan guru (Suharsimi Arikunto, Penelitian Tindakan Kelas, Bumi Aksara, 2007, hal. 2).

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) istilah dalam bahasa Inggrisnya adalah Classroom Action Research (CAR), yaitu sebuah penelitian yang dilakukan di kelas. Yang dimaksud kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Kelas bukan wujud ruangan, tetapi sekelompok peserta didik yang sedang belajar, jadi bisa lapangan, laboratorium, perpustakaan atau tempat kunjungan.

Prinsip PTK menurut Suharsimi Arikunto adalah :

  1. Kegiatan Nyata dalam situasi rutin
  2. Adanya kesadaran diri untuk memperbaiki kinerja
  3. SWOT sebagai dasar berpikir (SWOT=Strenght, Weaknesses, Opportunity,Threat).
  4. Upaya empiris dan sistematik
  5. Mengikuti prinsip SMART dalam Perencanaan. (SMART = Specific, Managable, Acceptable/Achievable, Realistic, Time-outbond)

Agar perlu diperhatikan pula agar guru dan siswa puas dengan hasil penelitian, maka metode pembelajaran yang dilakukan sbb:

  1. Bukan seperti biasanya, (khusus, unik, cemerlang)
  2. Terpusat pada proses, bukan semata-mata hasil.

Di “Link” Kadis

kadis1Bagi saya sungguh suatu kehormatan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan DKI Jakarta, Bp.Dr.Taufik Yudi Mulyanto berkunjung dan komen ke rumah saya di dunia maya, apalagi kemudian di link dalam blog beliau. Terima kasih Bapak atas semangat yang diberikan untuk kami semua…

Dilarang Berciuman

Warrington – Gara-gara terlalu banyak orang berciuman saat melepas orang terkasih, Stasiun Kereta Warrington Bank Quay, Inggris memasang rambu-rambu dilarang berciuman. Rambu-rambu lalu lintas itu dipasang di tempat menurunkan orang.no-kiss1

Rambu-rambu itu bergambar siluet kepala seorang laki-laki bertopi dan seorang wanita berambut keriting. Bibir mereka terlihat monyong sehingga hampir bertemu. Sebuah lingkaran berwarna merah dengan silang membingkai gambar itu, seperti dilansir dari AFP, Kamis (19/2/2009).

Rambu-rambu itu diletakkan di tempat penurunan orang bukan tanpa alasan. Gara-garanya, saking seringnya orang berciuman saat melepas sang kekasih pergi, banyak mobil jadi antre. Kemacetan pun tak terhindarkan.

Maklum, Stasiun Warrington Bank Quay adalah salah satu stasiun tersibuk yang menghubungkan kota-kota besar di Inggris, seperti London, Birmingham, Glasgow, Edinburgh, Liverpool dan Manchester.

“Kita menaruh rambu itu di tempat menurunkan penumpang, karena itu bukan tempat yang besar dan sibuk yang menyebabkan kemacetan. Rambu ini cara yang ringan untuk menyentil orang untuk pergi segera,” ujar juru bicara Virgin Rail, operator stasiun.
Sumber http://www.detiknews.com