Mobil SMK

Mobil Kiat SMK adalah mobil yang sangat fenomenal. Bodinya tampak gagah dan cukup trendi. Pengerjaan apik, tak kalah dengan mobil Jepang dan Eropa. Kabin cukup lega untuk menampung satu keluarga.

Mobil Kiat SMK dikembangkan dengan menggunakan kecerdasan dan ketrampilan. Anak-anak SMK didorong oleh keinginan luhur untuk mengasah kemampuan sendiri. Asli mobil SMK bukan mobil nasional, saya lebih bangga kalo menyebut mobil ini dengan nama Kiat SMK, tanpa embel-embel mobnas.

SMK sampai saat ini masih diberi stigma sebagai sekolah yang inferior dibandingkan dengan SMA Umum. Yang masuk ke SMK dianggap memiliki masa depan yang suram alias madesu. Padahal, kalau dari sudut pandang filsafat pendidikan (ehm..ehm..), SMK merupakan sekolah yang mencakup domain yang paripurna. Tiga domain diperkenalkan secara simultan, yakni afektif, kognitif dan psikomotor.

Dilain pihak SMA merupakan pendidikan yang pincang, karena hanya bertumpu pada dua domain saja, yakni afektif dan kognitif saja. Jadi secara teori, SMK mestinya merupakan sekolah yang paling unggul.

Coba kita bayangkan, kalau di seluruh Indonesia ada seribu SMK (negeri dan swasta) yang mampu memproduksi mobil setiap bulan masing-masing 10 unit. Dalam satu tahun dapat diproduksi 120 ribu unit…Subhanallah…Tanpa kita sadari bangsa kita sudah memiliki “pabrik” mobil / motor. Dan bagi SMK (siswa) ini merupakan pekerjaan yang “enteng”, karena hanya memproduksi satu unit setiap 3 hari. Dengan cara yang sama, kita bisa menghasilkan LCD Proyektor, Laptop/netbook, telepon, Ipad, de el el.

Yang diperlukan SMK adalah kebijakan yang mensupport SMK dari pemerintah, baik regulasi/peraturan atau pun pengusaha yang mau untuk berinventasi. Mudah – mudahan…Insya Allah…SMK Bisa !!!

Disalin dari Harian Republika Senin, 9 Januari 2012 , Analisis

 

 

Ibu…by Iwan Fals

Ribuan kilo
Jalan yang kau tempuh
Lewati rintangan untuk aku anakmu

Ibuku saying
Masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah …penuh nanah
Seperti udara…
Kasih yang kau berikan
Tak mampu ku membalas
Ibu…
Ibu…

Ingin ku dekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas ibu…ibu…

4 Kompetensi Yang Kudu Dikuasai seorang GURU

Untuk menjadi seorang guru seseorang harus menguasai 4 kompetensi yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu …

1.  Kompetensi Paedagogi ada 7 kemampuan yang tercakup dalam kompetensi ini yaitu

  • Mengenal karakteristik anak didik
  • Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
  • Pengembangan kurikulum
  • Kegiatan pembelajaran yang mendidik
  • Memahami dan mengembangkan potensi
  • Komunikasi dengan peserta didik
  • Penilaian dan evaluasi

2.  Kompetensi Sosial, meliputi :

  • Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia
  • Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
  • Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru

3.  Kompetensi kepribadian , meliputi

  • Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
  • Komunikasi dengan sesama guru, tenaga pendidikan, orang tua peserta didik, dan masyarakat

4.  Kompetensi Profesional, meliputi :

  • Penguasaan materi struktur konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
  • Mengembangkan keprofesian melalui tindakan reflektif

Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model dalam Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :

  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:

  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
  2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)

Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.

Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

 

Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.

Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.

Dikutip dari : http://psb-psma.org/content/blog/pengertian-pendekatan-strategi-metode-teknik-taktik-dan-model-pembelajaran

Adu berani tentara AS, Inggris, Jepang dan Indonesia

Di sebuah misi perdamaian di Irak, empat orang tentara perdamaian dari AS, Inggris, Jepang dan Indonesia sedang berpatroli. Sambil berjalan keempatnya lalu menceritakan pengalaman tentang keberaniannya masing-masing.

Tentara AS berkata, “di Vietnam saya sendirian di hutan melawan 300 tentara vietkong, separuhnya saya sikat habis, keluar dari hutan hanya jari telunjuk saya yang bengkak karena memencet pelatuk.” Tentara Inggris juga berkata,”di Irlandia saya disekap di markas  IRA, saya meloloskan diri dengan menghabisi 20 orang teroris, cuma satu sepatu saya yang tertinggal.

Tentara Jepang, “di Tokyo saya dikepung oleh selusin anggota yakuza yang menggunakan samurai, dengan tangan kosong saya buat mereka babak belur, cuma satu kancing baju saya yang copot.”

Tentara Indonesia (INA) tersenyum – senym dan berdecak kagum mendengar semua kisah temen-temennya tersebut. “Saya tidak pernah ke vietnam, tidak pernah ke Irlandia, tidak pernah ke Tokyo, cuma saya mau kasih tahu, ini ranjau yang saya injak kapan meledaknya ya ????”

Sumber : Buletin Mantap, bpadjakarta.net

Guru dan Kejujuran

Jumat, 25 Nopember seluruh guru di Indonesia mengadakan upacara dengan tema yang sama yaitu “peringatan hari guru”. Guru orang Jawa bilang “digugu dan ditiru”, digugu artinya didengarkan, dilaksanakan petuah-petuahnya, ajarannya. Sedangkan ditiru artinya siswa akan meniru apa yang diajarkan oleh para guru, baik yan lurus sesuai dengan kaidah/norma taupun yang tidak sesuai dengan norma.

Kadang kala disadari ataupun tidak, guru (pejabat) mengajarkan ketidakjujuran, kebohongan demi meraih gengsi dan prestise semata. Misalkan dalam suatu even pertandingan, perlombaan, baik ketrampilan, sains ataupun olahraga guru membuat tim sukses untuk “mendekati” juri/wasit yang menilai/memimpin sehingga timnya bisa dimenangkan. Sementara anak tahu bahwa itu tidak boleh, itu tidak jujur. Namun tidak semua guru berlaku seperti itu, masih banyak guru yang jujur dan idealis demi mencerdaskan anak-anak negeri ini. Itu hanyalah segelintir “oknum” yang demi sebuah ambisi, prestise dan gengsi tertentu…entahlah

Selamat Datang di REPTIL

Ibu Aziza, S.Pd.Mulai tanggal 8 Nopember 2011 secara resmi Kepala SMKN 38 berganti dari Ibu Nurhasnah, SE, M.Pd. kepada penggantinya Ibu Aziza, S.Pd. promosi dari SMK Negeri 32 Jakarta. Saya hanya bisa mengucapkan selamat datang di REPTIL atau Republik TIgadeLapan…dengan pedoman mutu Religious, Efficient, Proffessional, Technology dan Life Time. Suatu sekolah yang berupaya menerapkan konsep pendidikan yang berdasar Ketuhanan/Ketaqwaan, efektif dan efisien, menghasilan lulusan yang profesional karena dididik oleh guru yang profesional, mampu menguasai teknologi dan berlangsung sepanjang waktu, walaupun peserta didik sudah lulus, walaupun gurunya dah purna bakti, walaupun kepala sekolah tlah berganti…

Selamat datang, selamat berkarya di SMK negeri 38 Jakarta,sekolah tempat “magang” para kepala sekolah “baru”, semoga Allah senantiasa menyertai dan meridhoi pekerjaan kita semua di SMKN 38…Amiin

Terima kasih, Selamat Jalan, slamat bertugas…

Ibu Nurhasnah, SE, M.Pd.Januari 2008 (klo tidak salah) Ibu Nurhasnah mulai bertugas di SMK Negeri 38 Jakarta. Beliau mulai menata, memperbaiki apa-apa yang masih belum bagus, belum rapi, belum indah, belum tertata, dan belum belum yang lain. Beliau mengubah warna gedung dan tembok sekolah, kebijakan kunci pagar jam 06.30, perombakan taman sekolah, tadarus setiap pagi, penambahan ruang kelas baru yg sekrang menjadi ruang multi studi, pemasangan LCD di tiap kelas, pengajuan ISO dan WMM, dan banyak lagi yang lainnya. Teramat banyak kalo disebutkan satu persatu, baik yang kelihatan ataupun yang tidak kelihatan oleh mata.

Mulai tangal 8 Nopember 2011 secara resmi beliau bertugas di tempat yang baru, yaitu SMK Negeri 28 Jakarta di Cilandak. Suatu sekolah yang beliau harapkan tidak terlalu jauh dari tempat tinggal  di daerah Gandul, Cinere, Depok, Suatu hal yang sudah beliau nanti dan panjatkan pada Allah SWT.

Terima kasih Ibu Hj.Nurhasnah,SE, M.Pd. untuk semua yang telah ibu lakukan untuk kemajuan SMK Negeri 38 jakarta, untuk kemajuan peserta didik, guru dan staf tata usaha di SMK negeri 38 jakarta. Semoga amal baik Ibu mendapatkan pahala dan ganjaran dari Allah SWT di surga-Nya kelak…Selamat bertugas dan berkarya di tempat yang baru, semoga sukses dan Allah selalu memberikan kemudahan pada semua langkah dan pekerjaan Ibu..

(Praktik) Model Pembelajaran :”Talking Stick”

Setelah model “Jigsaw” bisa dilanjutkan dengan “Talking Stick”

Matpel Pend.Kewarganegaraan Kelas XII

by : Kusdiyono

Langkah – langkah :

  1. Peserta didik dikelompokkan ke dalam ± 5 anggota tim
  2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang yang sama (materi terlampir di bawah)
  3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan (ada di buku/modul siswa)
  4. Setiap anggota mempelajari materi yang telah didapat dalam kelompoknya
  5. Setelah selesai mempelajari, lalu setiap kelompok membuat barisan berbanjar.
  6. Siswa paling depan diberikan “stick” untuk dioper ke teman satu kelompoknya sambil berjoget dengan lagu yang diputarkan oleh guru (atau nyanyi bersama)
  7. Lagu berhenti setiap saat, siswa yang kebagian memegang “stick” saat lagu berhenti, maka dia wajib menjawab soal yang diberikan oleh guru (bisa dengan mengambil soal yang sudah disiapkan secara acak).
  8. Siswa yang bisa menjawab dengan benar (baik hafalan, ataupun logika) diberikan poin/nilai. Siswa yang tidak bisa, diberikan sanksi ataupun pengurangan poin.
  9. Demikian seterusnya sampai siswa kebagian semuanya, atau sampai sudah kelihatan jenuh.
  10. Terakhir lakukan refleksi terhadap kbm, ataupun materi yang sudah disampaikan.
  11. Penutup

Standar Kompetensi :

2. Mengevaluasi berbagai sistem pemerintahan

Kompetensi Dasar :
2.1. Menganalisis sistem pemerinta-han di berbagai negara.
2.2. Menganalisis pelaksanaan sistem pemerintahan negara Indonesia.
2.3. Membandingkan pelaksanaan sistem pemerintahan yang berlaku di Indonesia dengan negara lain.
Indikator
 Menjelaskan pengertian pemerintahan.
 Menguraikan berbagai bentuk pemerintahan.
 Mendeskripsikan berbagai sistem pemerintahan.
 Menganalisis sistem pemerintahan di beberapa negara.

Materi yang diberikan dalam bentuk printout adalah :
1. Sistem dan Bentuk Pemerintahan
2. Ciri sistem pemerintahan parlementer
3. Ciri sistem pemerintahan presidensiil
4. Sistem pemerintahan di Amerika Serikat
5. Sistem pemerintahan di Inggris

(Praktik) Model Pembelajaran :”JIGSAW”

Metode Pembelajaran : JIGSAW ( Model Tim Ahli)

Matpel Pend.Kewarganegaraan Kelas XII

by : Kusdiyono

Langkah – langkah :

1. Peserta didik dikelompokkan ke dalam ± 5 anggota tim

2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda (materi terlampir di bawah)

3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan (ada di buku/modul siswa)

4. Setiap anggota mendiskusikan materi yang telah didapat dalam kelompoknya

5. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab/sub kompetensi yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok “ahli”) untuk mendiskusikan sub kompetensi mereka

6. Setelah selesai berdiskusi sebagai tim “ahli” tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian menjelaskan kepada teman mereka tentang sub bab/sub kompetensi yang mereka kuasai, dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh – sungguh

7. Tiap tim “ahli” mempresentasikan hasil diskusi (disertai tanya jawab)

8. Guru memberikan evaluasi (ataupun materi)

9. Penutup

Standar Kompetensi :

2. Mengevaluasi berbagai sistem pemerintahan

Kompetensi Dasar :

2.1. Menganalisis sistem pemerinta-han di berbagai negara.

2.2. Menganalisis pelaksanaan sistem pemerintahan negara Indonesia.

2.3. Membandingkan pelaksanaan sistem pemerintahan yang berlaku di Indonesia dengan negara lain.

Indikator

 Menjelaskan pengertian pemerintahan.

 Menguraikan berbagai bentuk pemerintahan.

 Mendeskripsikan berbagai sistem pemerintahan.

 Menganalisis sistem pemerintahan di beberapa negara.

Guntingan kata/kalimat untuk diskusi berdasarkan Indikator di atas (untuk pembagian kelompok) :

1. Sistem dan Bentuk Pemerintahan

2. Ciri sistem pemerintahan parlementer

3. Ciri sistem pemerintahan presidensiil

4. Sistem pemerintahan di Amerika Serikat

5. Sistem pemerintahan di Inggris

Doa Akhir Ramadhan…

Salah satu adab melepas bulan Ramadhan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada para pengikutnya adalah membacakan Doa Perpisahan.

Doa Perpisahan tersebut sebaiknya dibaca pada malam terakhir Ramadhan. Namun, sekiranya ada kekhawatiran malam terakhir Ramadhan akan berlalu tanpa diketahui, maka dianjurkan untuk membacanya pada kedua malam terakhir Ramadhan, yaitu malam ke 29 (malam ini) dan ke 30.

Berikut saya bagikan beberapa alternatif doa perpisahaan tersebut dalam versi Bahasa Indonesia (dapat dipilih salah satu atau dibaca semuanya):

Doa 1

Dari Jabir bin Abdillah ra dari Muhammad al Mustafa SAW: Beliau bersabda, “Siapa yang membaca doa ini di malam terakhir Ramadhan, ia akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan: menjumpai Ramadhan mendatang atau pengampunan dan rakhmat Allah.”

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirakhmati bukan yang hampa semata”

Doa 2

Ya Allah, dalam kitab yang Kau wahyukan (kepada Nabi Muhammad SAW), Engkau berfirman: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang diturunkannya Al Qur’an di dalamnya”. Tetapi sebentar lagi berlalu. Aku mohonkan padaMu dengan perantaraan WajahMu yang mulia, dengan perantaraan kalimat-kalimatMu yang sempurna, seandainya masih tersisa padaku dosa yang belum Kau ampuni, atau dosa yang (menyebabkan) aku disiksa karenanya (hingga) terbitnya fajar malam ini, atau hingga berlalunya bulan ini, maka ampunilah semuanya, wahai Dzat Yang Paling Pengasih dari semua yang mengasihi.

Ya Allah, bagiMu segala pujian. Segala pujian yang telah Kau ucapkan untuk diriMu sendiri, segala pujian sungguh-sungguh yang diungkapkan hambaMu yang bijak dan senantiasa berzikir dan bersyukur kepadaMu. Merekalah orang-orang yang telah Kau bantu menunaikan hak-hakMu dari sebagian makhlukMu yang tersebar di alam ini, baik dari kalangan malaikat yang dekat denganMu ataupun nabi-nabi yang telah Engkau utus ataupun orang-orang yang berfikir ataupun dari kalangan mereka yang bertasbih kepadaMu.

Sungguh, Engkau telah mengantar kami ke bulan Ramadhan ini dan telah mengaruniai kami kenikmatan dan anugerah. Engkau telah menampakkan kemurahan dan pemberianMu. Karenanya, padaMu bermuara segala sanjungan yang abadi, kekal, dan menetap selamanya. Betapa agung sebutanMu.

Ya Rabb, bantulah aku menjalani bulan Ramadhan sehingga Engkau sempurnakan puasa, shalat dan segala kebaikan, syukur dan dzikir kami di bulan ini. Ya Rabb, terimalah puasaku dengan sebaik-baiknya penerimaan, perkenanan, maaf, kemurahan, pengampunan, dan hakikat keridaanMu. Sehingga Kau memenangkan aku dengan segala kebaikan yang dituntut, segala anugerah yang Kau curahkan di bulan ini. Selamatkanlah aku di dalamnya dari kekhawatiran terhadap bencana yang mengancam atau dosa yang berlangsung terus.

Duhai Tuhanku, aku bermohon padaMu dengan keagungan yang diminta hambaMu dari kemuliaan nama-nama dan keindahan pujianMu dan dari para pengharap yang istimewa. Sudilah Engkau mencurahkan rakhmatMu kepada Muhammad dan keluarganya. Dan agar Kau jadikan bulan ini seagung-agungnya Ramadhan, yang telah berlalu dari kami sejak Engkau turunkan ke dunia, sebagai berkah dalam menjaga agama, jiwa dan segala kebutuhanku. Juga berkatilah aku dalam semua persoalan, sempurnakanlah pemberian nikmatMu, palingkanlah aku dari keburukan dan hiasi aku dengan busana kesucian di bulan ini.

Demikian pula, dengan rakhmatMu golongkanlah aku ke dalam orang-orang yang mendapatkan (keutamaan) malam al-Qadar. Malam yang telah Kau tetapkan lebih baik dari seribu bulan dalam keagungan ganjaran, kemuliaan perbendaharaan, keindahan syukur, panjang umur, dan kemudahannya yang berlanjut.

Duhai Rabb, aku bermohon dengan perantaraan rakhmat, kebaikan, ampunan, karunia, keluhuran, kebaikan, dan pemberianMu. Janganlah Engkau jadikan Ramadhan ini sebagai kesempatan terakhirku. Sudilah Engkau mengantar aku hingga Ramadhan berikutnya dalam keadaan yang paling baik. Perlihatkan aku hilal Ramadhan berikutnya, bersama orang-orang yang melihat keleluasaan rakhmatMu. Dan limpahkanlah anugerahMu, wahai Tuhanku. Tiada ada Tuhan selain Allah.

Semoga perpisahanku dengan bulan Ramadhan ini bukanlah perpisahan untuk selamanya dan bukan pula akhir pertemuanku. Sehingga aku dapat kembali bertemu pada tahun mendatang dalam keadaan penuh keluasan rezaki dan keutamaan harapan. Kini aku berada di hadapanMu dengan penuh kesetiaan. Sesungguhnya Engkay Maha Mendengar segala doa. Ya Allah, dengarkanlah pengaduanku ini. Perhatikanlah rintihan, kerendahan, kepapaan dan penyerahan diriku ini.

Aku berserah diri padaMu, Ya Allah. Aku tidak mengharapkan kemenangan, ampunan, kemuliaan, dan penyampaian (kepada cita-citaku) kecuali padaMu. Anugerahilah aku keagungan pujianMu, kesucian nama-namaMu, dan kesampaianku kepada Ramadhan berikutnya dalam keadaan terbebas dari semua keburukan, kekhawatiran dan ganjalan. Segala puji untukMu semata, yang telah membantu kami untuk menunaikan puasa dan mendirikan qiyamul lail di bulan Ramadhan ini, hingga malamnya yang terakhir.”

Taqabbalallahu minna waminkum, wakullu ‘aamin wa antum bikhairin.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidzin wal Faidzin…

Mohon maaf lahir dan batin, met mudik bagi yang mudik ya…

Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah klta di bulan Ramadhan. Amin …

dikutip dari : http://msalman.blogdetik.com

Bulan Ramadhan, bulan exploitasi umat Islam ???

Umat Islam di dunia maupun di Indonesia menyambut suka cita dengan datangnya bulan Ramadhan. B ulan yang  seharusnya bagi umat Islam menjadi bulan yang penuh berkah, rahmah dan maghfirah. Namun bisa juga menjadi bulan yang menguras habis harta , benda, tenaga, bahkan rela untuk tidak berpuasa..Kenapa ?

  1. Di bulan ramadhan kebutuhan hidup bukan semakin rendah, tapi semakin naik. Umat Islam disuguhi berbagi tontotan yang konsumtif, menu berbuka puasa yang bertambah dari hari-hari biasa. Kendati perintah pokok Bulan Suci Ramadhan adalah shaum atau puasa, tetapi yang terjadi pada bulan puasa umat Islam justru berlomba-lomba mengkonsumsi segala jenis makanan yang jauh lebih banyak ketimbang hari-hari biasa. Konsumsi makanan yang berlebih-lebihan itu berlanjut dengan konsumsi barang lainnya, mulai alat rumah tangga, furniture, alat elektronika juga busana atau pakaian, dan  segala-macam barang yang hakikatnya bukan kebutuhan pokok (primer)
  2. Harga kebutuhan pokok begitu masuk ramadhan, lalu menjelang lebaran bukan semakin rendah, bahkan semakin tinggi. Umat Islam suka tidak suka dipaksa untuk membeli dengan harga yang ada. Pemerintah cukup mengatakan bahwa stok cukup sampai dengan sehabis lebaran ditambah dengan sidak dan operasi pasar….sementara harga tetap terbang dengan tingginya.
  3. Selain sembako, kebutuhan sandang juga ikut melambung dibandingkan dengan hari-hari biasa. Yang untung tentu saja para pedagang dan para pemilik modal.
  4. Mudik…atau pulang kampung menjadi tradisi tahunan yang ikut menaikkan tarif angkutan, bahkan pemerintah pun ikut menaikkan dan merestui tarif angkutan. Yang harus membayar, tentu saja mayoritas umat Islam, yang beruntung siapa lagi kalau bukan para pemilik armada angkutan. Pemerintah cukup mengatakan jalur mudik sudah diperbaiki (walo hari-hari biasa rusak parah), pengamanan disiagakan penuh, pengamanan disiagakan penuh.
  5. Tayangan televisi waktu sahur dan berbuka terutama acara komedi hanya memberikan hiburan terhadap otak namun tidak memberikan pencerahan bagi jiwa dan mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan Allah. Artis-artis sekadar didandani yang Islami, berkerudung, juga pelawak semua sekadar tampil “ugal-ugalan” mengeksploitasi momentum Ramadhan. Acara-acara menjelang makan Sahur, di sekitar Buka puasa, semua Sami-Mawon atau sama saja, hakikatnya sekadar menaikkan rating dan ujungnya mengeduk “fulus”

Haji “Ade”

Setiap CPNS yang menjalani diklat prajabatan di badan diklat daerah provinsi jawa barat, pasti mengenal beliau. Kesan pertama yang muncul adalah”galak”, “angker” dan “tegas”. Namun setalah mengenal beberapa hari kesan di atas semua hilang. Ternyatabeliau adalah orang yang sangat berdedikasi tinggi, integritas selaku PNS dan selaku seorang muslim. Beliau ingin para CPNS yg selesai diklat memiliki integritas  dan jiwa melayani yang tinggi, tidak korupsi, disiplin, dsb. Sebagai seorang muslim (merangkap da’i), beliau merasa terpanggil untuk menyadarkan, melatih, membiasakan para peserta diklat utk : terbiasa bangun tengah malam (shalat tahajur,berdo’a), membiasakan untuk membaca,mengkaji al Qur’an, minimal bersentuhan dengan Qur’an…juga bagi yg belum pernah ke masjid,biar terbiasa ke masjid.

Bagi yang tidak /belum terbiasa, banyak yang kaget bahkan shock…kok seperti ini,dibagunkan jam 03.30., dan kegiatan terus berlanjut sampai jam 10 malam.

Pendidikan dan pengalaman Bapak Haji Ade, yang telah menempa beliau menjadi seperti itu. IPDN/STPDN pernah belaiu tempuh, lalu IAIN juga sudah beliau tempuh. Keduanya tidak ada yang diselesaikan , karena berprinsip menimba ilmunya, bukan gelar atau ijasahnya. Sekarang belaiu kuliah lagi menekuni bidang penanganan narkoba…Subhanallah, beliau menerapkan prinsip belajar seumur hidup. Padahal beliau sudah masuk masa pensiun, namun karena jiwa pengabdian yg tinggi masih tetap mendedikasikan semua ilmu dan pengalaman yg dimiliki utk mendidik, mencetak para PNS yang betul2 beriman dan bertaqwa.

Semoga…kesehatan dan panjang umur senantiasa menyertai Pak Haji Ade, semangatmu menjadi inspirasi kami semua. Mudah-mudahan kita bisa berjumpa kembali dalam diklat yang lain. Jarang orang yang seperti Bapak….

Diklat Prajab

foto bareng kepala BKD DKI JakartaSetelah penatian cukup lama,yakni sejak tahun 1999,akhirnya tahun 2011 dipanggil juga mengikuti diklat pra jabatan golongan III, bertempat di Badan Diklat Daerah Provinsi Jawab Barat,jalan windu no.26. Suka, duka,lelah, capek, semua campur menjadi satu. Dua puluh satu hari saya perjuangan,demi pengabdian sepanjang hayat.

 

Gotroy alias Gotong Royong

Menyaksikan tayangan salah satu stasiun tv tentang masyarakat Indonesia yang ada di Amerika Serikat, mengagumkan. Mereka jiwa nasionalisme dan kebersamaan atau gotroy alias gotong royong sangat tinggi. Mereka bekerja sama untuk memamerkan, mengenalkan tentang Indonesia dengan beraneka ragam kesenian, kebudayaan dan hasil kerajinan yang mereka kuasai dan kumpulkan. Luar biasa…

Tapi..di Indonesia sendiri, terlebih di kota besar semangat gotong royong sudah jarang kita jumpai. Kita lebih sering melihat ego dan individu. Contoh kecil kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal, banyak alasan yg dikemukakan untuk tidak hadir dan menghindarinya. Atau kalaupun datang diwakilkan oleh pembantu, sopir, tukang kebun atau bahkan membayar orang untuk menggantikannya. Padahal kalau dalam satu, dua, atau 3 bulan sekali kita bergotong royong dengan tetangga sekitar, banyak manfaat yang bisa kita raih. Tali silaturahim , saling mengenal, semakin akrab, atau bahkan sekedar bercanda dengan tetangga yang ada. Banyak diantara kita yang tidak mengenal tetangga di kiri, kanan, belakang atau depan rumah kita. Kalau ada yang bertanya dan kita tidak tahu, uacapan yang muncul “maaf saya orang baru disini”..padahal mungkin itu yang dicari orang yang ada di kiri, kanan, belakang atau depan rumah kita…

Bagaimana dengan anda pembaca ??